Warga Teplan Terus Melawan, Laporkan Korem 061 Bogor ke Puspomad

AvatarPosted on at 14:51
54 0

BOGOR – Puluhan warga korban yang mengaku menjadi korban tindak kekerasan oleh anggota Korem 061 Suryakencana Bogor mendatangi Pusat Polisi Militer (PUSPOMAD). Mereka mengadukan dugaan penganiayaan yang terjadi saat pengosongan paksa rumah dinas TNI rumah di Komplek Teplan Jl. Kolonel Enjo Martadisastra, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, 26 Juli 2018 lalu.

Menurut pengakuan salah satu korban kekerasan, Goris Sembiring , 51 tahun, tindak kekerasan terjadi pada saat warga berusaha mempertahankan rumahnya saat akan dikosongkan petugas TNI dari Korem 061 dan Kodim paksa. Goris mengaku aksi main pukul karena warga dianggap menghalang-halangi proses pengosongan rumah.

“Pihak Korem beralasan bahwa rumah tanah yang berada di di Teplan adalah milik TNI AD (Korem) 061 Suryakencana. Padahal warga memiliki bukti sebagai penghuni rumah, seperti PBB yang dibayar rutin hingga saat ini,” ungkap Goris kepada pewarta, Sabtu, 11 Agutus 2018.

Akibat tindak kekerasan petugas, Goris mengaku menderita sejumlah luka pada tubuhnya dan harus mendapat 10 jahitan di bagian bibir. Dalam laporan warga, ternyata banyak yang menjadi korban aksi brutal prajurit TNI Korem 061 Suryakencana. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun menjadi korban.

“Haruskah seperti itu sikap prajurit memperlakukan rakyatnya sendiri? Saya taat bayar pajak, tapi tidak boleh bersuara,” tegasnya.

Menurut Ramli, warga di RW. 05 Kedungbadak, Tanah Sereal, Kota Bogor, rumah yang menjadi target pengosongan sudah ditempati  sejak tahun 1967. Sebagai warga negara, mereka selama ini memenuhi kewajiban membayar PBB.

“Pengosongan rumah secara paksa oleh  aparat Korem Bogor sangat tidak manusiawi. Barang-barang kami dikeluarkan dari dalam rumah. Anak dan istri kami harus menyaksikan kejadian itu,” Ramli menceritakan.

Atas kejadian tersebut, warga didampingi pengacara publik LBH Keadilan Bogor Raya mengadukan perbuatan anggota TNI AD di Bogor ini ke Bagian Pengaduan Puspomad di Jakarta.

Adapun Puspomad menyatakan menerima pengaduan warga terkait dugaan penganiaan dalam pelaksanaan pengosongan rumah dinas di Teplan. “Akan diteruskan pada atasan. Selanjutnya akan kami teruskan ke Pomdam III Siliwangi Jawa Barat,” tegas Sersan Mayor Welem Silamooy kepada warga Teplan selaku pelapor.

Sebelumnya, Komandan Resort Militer (Danrem) 061/ Suryakencana, Kolonel Inf. Muhammad Hasan mengatakan, penertiban rumah dinas TNI di Komplek Teplan atas nama negara. Ia menegaskan siap menerima konsekuensi hukum atas tindakannya tersebut. “Kami meminta bantuan hukum kepada Kepala Hukum Kodam III Siliwangi ,” kata dia.

Kepala Penerangan Korem 061 Suryakencana Mayor Inf. Ratno Sudarmadi menambahkan, dasar hukum pengosongan paksa rumah dinas TNI Teplan adalah  Peraturan Pemerintah Nomor 27 tahun 2014 tentang pengelolaan barang milik negada/daerah.

“Kami sudah sesuai aturan. Karena mengaju juga kepada PP nomor 31 tahun 2005 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah nomor 40 tahun 1994 tentang rumah tangga sebagai pelaksana UU No, 4 tahun 1992,” jelas Kapenrem kepada pewarta di kantornya, Kamis lalu.

Konflik warga Teplan Bogor dengan pihak TNI AD dikarenakan adanya klaim atas sejumlah lahan yang dikatakan sebagai rumah dinas TNI. Kebutuhan TNI dalam menyediakan rumah dinas bagi prajuritnya menjadi alasan kuat mengapa warga harus terusir. Di sisi lain, kejelasan status tanah Teplan Bogor masih menjadi perdebatan, apakah milik TNI AD ataukah tanah negara.

 

M.A MURTADHO | AS

 

 

Related Post

PPP Endang Kosasih Dukung Jaro Ade

Posted by - 12/10/2017 0
DRAMAGA – DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor Kubu Djan Faridz, resmi mendukung Jaro Ade sebagai Calon Bupati (Cabup)…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *