WNA Cabuli 305 Anak Sejak 2015

AvatarPosted on at 04:23
48 0

Bogor –   Seorang WNA asal Francis bernama Francois Abello Camille alias Mister, 65 tahun, akhirnya ditangkap jajaran Polda Metro Jaya, akibat mencabuli anak-anak khususnya anak jalanan. Tak tanggung-tanggung predator ini telah mencabuli korbannya sebanyak 305 anak sejak tahun 2015.

Menyikapi perbuatan terkutuk sang predator itu, Komisioner Bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Ai Maryati Sholiha, kepada PolitikaBogor.com mengatakan kasus yang menimpa anak-anak Indonesia menjadi korban predator anak Warga Negara Asing adalah bukti pengawasan dan system screaning WNA masuk Indonesia yang tidak ketat.

Untuk itu, wajar jika Ai meminta kepada Pemerintah dan seluruh stake Holder pelindung anak, agar betul-betul mengimplementasikan apa-apa yang sudah diamanatkan Undang-undang dalam perlindungan anak.

“Jadi saya menilai, masih ada banyak celah dan kebolongan. Jangan sampai hanya bikin acara seremonial saja,” kata Ai melalui teleponnya, Kamis 9 Juli 2020. Ai mengatakan kebolongan yang terjadi hingga anak-anak Indonesia menjadi korban pelecehan seksual oleh WNA, harus menjadi sorotan utama.

Sebab, menurut Ai, kejadian ini setiap tahun terus terjadi dan selalu ada laporan kejadiannya. Bahkan dalam tahun ini, dua kasus WNA yang jadi predator anak berhasil diungkap oleh kepolisian akibat adanya laporan warga. Sehingga Ai bertanya, sejauh ini pengawasan terhadap WNA oleh pihak terkait gimana, khususnya keimigrasian ?.

Menurutnya seharusnya Pemerintah Indonesia bisa meniru negara lain dalam penerapan system seleksi WNA masuk, sehingga selain harus  ketat mereka pun harus bisa menditeksi WNA yang memiliki riwayat pelanggaran hukum. “Contoh Australia, mereka telah menolak sekurangnya 117 WNA yang masuk ke negaranya karena terditeksi WNA itu memiliki catatan hukum, khususnya pada kasus seksual pada anak,” kata Ai menjelaskan.

Selain menambal kebolongan pada system screaning masuknya WNA, Imigrasi pun harus melakukan pengetatan pengawasan terhadap WNA. Setidaknya sebelum WNA itu berangkat atau tiba di Indonesia, pihak Imigrasi sudah menditeksi background WNA. Juga, stake holder lainnya turut serta melakukan pengawasan melekat. Artinya, dalam menjaga dan melindungi anak-anak dari predator sex pengawasan harus siaga 1.

Begitu juga dengan pihak pengelola Hotel, penginapan yang dijadikan rumah singgah oleh WNA itu, harus melakukan hal yang sama, kalau perlu melakukan pelaporan setiap harinya kepada aparat. “Intinya pihak yang dihuni WNA itu, harus menaruh curiga, apalagi jika si WNA nginepnya dalam waktu lama.

Saya yakin itu tidak hanya semalam, ini pentingnya koordinasi,” ucap Ai. Dia juga mengatakan terlebih yang menjadi korban predator adalah anak-anak jalanan, namun mereka pun tidak semuanya pure anak jalanan tanpa keluarga. Sehingga saya pun meminta kepada pihak keluarga harus waspada jika anaknya ada yang dekat dengan orang Asing, harus ditanya detail siapa dan dari mana serta kepentingannya apa ?.

Artinya peranan orang tua dalam hal ini, sebagai pengawas utama anak-anaknya. “Jangan sampai orang tua juga acuh, anaknya di jalan kenal siapa ?. Harus lebih ditingkatkan lagi kewaspadaan dan pengawasan anaknya,” kata Ai. Sebelumnya setelah melakukan pengintaian melalui pelaporan dari warga selama tiga bulan lamanya, Kepolisian akhirnya menangkap WNA asal Francis bernama Francois Abello Camille alias Mister, 65 tahun.

Menurut Polisi, Francois telah mencabuli 305 anak yang didominasi oleh anak-anak jalanan. Modus si WNA dalam melakukan aksinya ialah dengan mengimingi si anak menjadi model dan kemudian dibawa ke hotel untuk melakukan pemotretan, kemudian si WNA pun melakukan aksinya dengan menyetubuhi anak-anak malang tersebut. “Nah apalagi ini kan si WNA pelakunya tunggal, kok bisa. Tadi juga saya hadir dalam Press Confrence nya di Mapolda Metro Jaya. Dia bahkan sudah sejak 2015 melakukan aksinya. Jadi dimana pengawasan khususnya ?,” tanya Ai.

 

Tim PolBo  I  Jacky Wijaya

 

 

 

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *