- Advertisement -
Advertising
Beranda ROMANSA 32 Tahun RM Ayam Bakar Pak Atok Konsisten Menjaga Citarasa, Mau Tahu...

32 Tahun RM Ayam Bakar Pak Atok Konsisten Menjaga Citarasa, Mau Tahu Rahasianya?

PEMILIK Rumah Makan Ayam Bakar Pak Atok pernah merasakan pahitnya perjalanan hidup. Kala itu usaha jasa transportasi PO. Tosari Express milik H. Muhammad Suharto atau akrab disapa Abah Haji Atok, jatuh bangkrut.

Abah Atok yang lagi kesusahan pulang rumahnya di Cimande, Caringin, Kabupaten Bogor. Istri dan anak-anaknya memberikan dukungan agar Abah Atok tidak putus asa.. Keluarga ini percaya dengan janji Allah SWT, seperti dalam ayat surat Al-Insyirah, yakni Inna ma’al ‘usri yusra,” yang artinya “setelah kesusahan akan ada kemudahan”.

Abah Atok mulai merintis usaha baru, yaitu jualan ayam kampung bakar. Bermodal uang yang tersisa, Abah Atok hanya mampu menyewa lapak kaki lima mengawali usahanya.

“Jualan pertama ayamnya cuma tiga ekor. Itu juga enggak laku. Alasan Abah kenapa jualan makanan, supaya bisa ikut numpang makan, ” ucap Abah Atok didampingi putra tertuanya H. Ari Munandar. Abah mengenang perjalanan usahanya seraya tersenyum.

Abah Atok (duduk) bersama istri, anak dan cucunya.

Ketekunan dan cita rasa khas ayam bakar Pak Atok disukai konsumennya. Perlahan usaha ini mulai berkembang. Dari warung kaki lima, mengontrak kios lebih besar, yang tak jauh dari rumahnya.

Cobaan datang, saat pelanggan semakin banyak, kontrakan kios habis dan pemiliknya tidak mau diperpanjang. “Yah mau enggak mau pindah lokasi rumah makannya, ” Abah Atok menceritakan, “Jadi beberapa kali pindah lokasi.”

Hingga akhirnya, Abah Atok membangun rumah makan di Bakom, Ciawi (seberang masjid biru). RM Ayam Bakar Pak Atok sempat ambruk di medio tahun 2000. Sentuhan dingin dan terobosan manajemen salah seorang putranya, bisnis RM Ayam Bakar Pak Atok bangkit kembali.

Putra tertua Abah Atok, H. Ari Munandar

Bahkan, terus membuka cabang di sejumlahlah tempat. Pelanggannya pun terus bertambah. Mantan Presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri menjadi pelanggan setia RM Ayam Bakar Pak Atok sampai saat ini.

Baca Juga :  Pertama di Dunia, Ridwan Kamil Rencanakan Bangun Masjid di Atas Air

“Ibu (Megawati) ternyata suka ayam bakar Abah. Sebutan Rajanya Ayam Bakar juga dari ibu, ” ungkap H. Ari Munandar menambahkan.

Kini, menginjak usia 32 tahun RM Ayam Bakar Pak Atok sudah memiliki 8 cabang dengan 300 karyawan. Setiap bulan tidak kurang 15 ribu ekor ayam dipotong.

Ayam kampung Bakar RM. Ayam Bakar Pak Atok

Pengolaan RM Ayam Bakar Pak Atok banyak perubahan setelah anak dan keluarga Abah Atok dilibatkan. Logo khas RM Ayam Bakar Abah Atok yang dominan warna kuning, berubah menjadi nuansa putih.

“Supaya lebih segar di tahun baru. Karena kita jangan takut perubahan kalau untuk lebih baik,” ujar Mas Ari.

Namun, soal cita rasa dan mutu, H. Ari berani menjamin tetap terjaga. Walau memang, varian menu makanan di rumah makan ini bertambah. Tidak hanya ayam Bakar kampung, tapi ada gurame, sop buntut, karedok, tumis tauge dan lainnya.

Baca Juga :  Ridwan Kamil Pemenang Pra Pilgub, Duo Deddy Masih Galau

 

“Kami sangat menjaga cita rasa. Walau sekarang Abah lebih banyak di rumah dan menyerahkan urusan pengelolaan rumah makan sama anak-anaknya. Abah sudah lanjut dan ingin banyak ibadah, ” ungkap H. Ari.

Lalu apa rahasia RM Ayam Bakar Pak Atok bisa konsisten menjaga citarasa masakannya ? H. Ari mengatakan,  kualitas bahan baku sangat dijaga.  Ayam dipotong malam harinya,  sehingga masih segar.  Racikan bumbu dan resep masakan sangat kami kontrol. “Dan yang paling penting diawali dengan doa kepada Allah SWT, ” pungkasnya.

Lokasi RM Ayam Bakar Pak Atok :
1. Jalan Raya Bakom, Ciawi,
2. Cabang Cicurug, Sukabumi,
3. Jl. Alternatif Sentul, Bogor,
4. Jl Sehat, Komplek Pemkab Bogor, Cibinong,
5. Jl. Cikeas, Cibubur,
6. Jl. Bintaro,
7. Tanggerang, Banten
8. Bambu Apus, Jakarta.
9. Jl. Soleh Iskandar, Bogor,

 

ARIE SURBAKTI

 

 

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here