- Advertisement -
Advertising
Beranda RANAH Ada Dugaan Perbuatan Curang di Proyek Pisau Ciomas

Ada Dugaan Perbuatan Curang di Proyek Pisau Ciomas

Proyek Pisau yang menghubungkan jalan tiga desa di Ciomas | Jack

CIOMAS – Proyek pembangunan jalan Program Pisau di wilayah kecamatan ciomas, yang menghubungkan jalan di tiga desa, terindikasi ada perbuatan curang dalam pelaksanaannya. Tidak ada papan nama kegiatan dalam pembangunan jalan senilai Rp 650 juta tersebut. Sumber dana berasal dari bantuan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemerintah Propinsi Jawa Barat.

“Hasil monitoring kami di lapangan, pelaksanaan pekerjaan asal jadi. Diduga  tidak mengacu kepada RAB dan gambar. Peralatan yang digunakan juga manual,” kata Djarkasih, aktivis Lembaga Pengawasa Korupsi dan Pemantau Penegak Hukum Indonesia (LPKP2HI) kepada polbo di Ciomas, baru-baru ini.

Menurut Djarkasih, dengan pagu anggaran Rp 650 jt,seharusnya pelaksana proyek memasang papan nama dalam pembangunan jalan, yang menghubungkan Desa Pagelaran, Desa Parakan dan Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciomas itu. Adapun waktu pelaksanaan proyek mulai dikerjakan sejak bulan Oktober dan harus selesai tanggal 22 Desember 2017.

Temuan Tim LPKPH2I di lapangan, dugaan perbuatan curang dalam pelaksanaan proyek pisau tersebut, diantaranya adalah pekerjaan LPB tidak dipadatkan dan langsung dicor beton . Kemudian di tengahnya tidak memakai hamparan plastik, hanya pinggirannya saja. Seharusnya, kata Djarkasih, ketebalan  beton adalah 15 centimeter.

“Kenyataan di lapangan hanya 13 centimeter. Lalu mutu beton seharusnya K250 , realisasi di lapangan tidak akan mencapai K250. Itu terlihat dari kondisi di lapangan, adukannya encer,” papar Djarkasih.

Camat Ciomas, Sutisna mengatakan tidak mempunyai kewenangan terkait dengan pelaksanaan  proyek pembangunan jalan tersebut. Sebab, pihak kecamatan hanya mengetahui saja dan ikut mengontrol pelaksanaan pekerjaan. “Semua tanggung jawab PUPR Propinsi Jawa Barat.”

Adapun Ketua Panitia Pelaksanaan Proyek Pisau, Heru ketika dikonfirmasi polbo selalu mengelak.  Ia hanya menjawab bahwa panitia hanya melaksanakan pekerjaan, adapun petunjuk dan arahan semua dari PUPR Propinsi Jawa Barat. “Saya hanya pelaksana saja.”

Baca Juga :  Jika Bima Arya Pemimpin Taat Hukum, Pedagang : Stop Revitalisasi Pasar Anyar Blok F

 

Baca Juga :  KBM Unpak Tuntut Polda Metrojaya Lepaskan Rhamdani Cs

 

JACK | AS

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here