- Advertisement -
Advertising
Beranda BERITA UTAMA Amerika Gunakan Vacuum Cleaner Bissel Karya Anak Bangsa

Amerika Gunakan Vacuum Cleaner Bissel Karya Anak Bangsa

Bogor – Salah satu brand Turbo hasil karya anak bangsa milik PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) sukses menembus pasar di USA lewat produk terbarunya Vacuum Cleaner Bissel. Melalui pelepasan ekspor perdana PT SCNP resmi memberangkatkan enam kontainer yang berisikan 5962 unit alat penyedot debu tersebut dari Cileungsi, Kabupaten Bogor ke negeri Paman Sam, Amerika Serikat, Kamis (11/02/21).

Pada tahun ini sebanyak 2,2 juta unit vacuum cleaner akan diproduksi massal oleh perusahaan subsidiari SCNP yaitu PT Selaras Donlim Indonesia (SDI) dan diekspor ke USA dengan nilai lebih dari Rp 800 miliar.

Direktur Operasi Perseroan Shirly Effendym mengaku, perangkat vacuum cleaner tersebut dirancang menggunakan teknologi yang canggih, dari hasil pengembangan bersama antara Donlim, Bissel dan SCNP.  Menurutnya, perangkat tersebut merupakan hasil riset dan pengembangan teknologi dari brand konsumer elektronik yang telah berusia ratusan tahun.

Berdasarkan data pasar 2021, lanjut Shirly, proyeksi penjualan segmen produk vacuum cleaner di USA mencapai USD 4,8 miliar atau setara dengan Rp 68 triliun per tahun. Dia menimbang, hingga 2025 potensi pasar akan terus bertumbuh 1,7 persen setiap tahunya. “SCNP tetap berupaya melakukan terobosan nyata dan berkelanjutan baik dari sisi pengembangan produk maupun perluasan pasar, baik dalam skala lokal, regional maupun global,” ungkapnya, Kamis (11/02/21).

Dirinya menyebut, aktivitas ekspor tersebut berkontribusi secara signifikan bagi perekonomian Indonesia. Ada empat hal yang menjadi perhatian khusus. Diantaranya, meningkatnya penetrasi pasar konsumen elektronik di USA, masuknya tambahan devisa bagi perekonomian Indonesia dan bertambahnya lapangan kerja bagi pasar tenaga kerja domestik, serta terjadinya proses transfer teknologi dari negara China ke Indonesia.

Baca Juga :  Pemdes Klapanunggal Tetap Jalankan Tradisi Berbagi

“SCNP menilai bahwa baik perekonomian global maupun domestik secara bertahap akan kembali pulih dengan gencarnya dukungan pemerintah terhadap para pelaku industri, terutama dari sektor manufaktur. Sehingga perusahaan sangat optimis bahwa volume produksi massal untuk vacuum cleaner ini dalam jangka pendek akan mencapai figur 2 hingga 3 juta unit per tahun,” jelasnya.

Jebolnya bisnis yang dinilai akan memperkuat kurs rupiah terhadap dolar Amerika tersebut, disanjung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Barat, Saifullah Nasution. Dirinya menyebut, pada masa pandemi Covid-19 saat ini, pemerintah sedang memberikan program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Isunya ada tiga, pertama menjaga komsumsi di dalam negeri agar stabil, dimana masyarakat harus mendapat makanan, kemudian kesehatan dan segala macam harus dijamin. Itu lebih fokus kepada pemda yang mengatasi. Nah dua hal lagi adalah terkait investasi dan ekspor yang merupakan peran kami,” tuturnya kepada tim PolBo, Kamis (11/02/20).

Baca Juga :  Rizieq Dirawat di Bogor, Bima Arya Kalang Kabut; Minta Rizieq di Swab

Dia menerangkan, dalam hal itu para pelaku ekspor harus mendapatkan dukungan penuh. Karena dengan meningkatkan transaksi ekspor ditaksir dapat membantu investasi masuk ke dalam negeri. Artinya, tambah dia, terhadap prosesnya kami memberikan kemudahan yang sebesar-besarya agar PEN ini bisa kembali menormalkan ekonomi Indonesia sebelum pandemi Covid-19 berakhir.

“Bagaimana caranya Bea Cukai memfasilitasi hal itu? Salah satunya dengan memberikan penangguhan biaya masuk, ppn, pph dan lainnya itu dari segi fiskal nya. Yang non fiskalnya, buat terobosan-terobosan pada kawasan ekonomi khusus, macam-macam kita berikan. Perizinan yang kita permudah, sehingga mereka disamping menurunkan cost dari fiskalnya, juga menurunkan cost dari waktu kerjanya,” tandas Saifullah.

Tim PolBo – Yudha Prananda

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here