- Advertisement -
Advertising
Beranda RANAH Catatan Tersisa Dari Musda Golkar Kabupaten Bogor

Catatan Tersisa Dari Musda Golkar Kabupaten Bogor

Bogor  –   Gonjang-ganjing siapa yang menjadi jago dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar X Kabupaten Bogor, terjawab sudah.  Ternyata,  dengan suara aklamasi calon tunggal Wawan Haikal Kurdi terpilih sebagai ketua baru menggantikan Jaro Ade yang telah habis masa jabatannya di Musda  yang dilaksanakan di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, akhir pekan lalu 7 Agustus 2020.

Terpilihnya Wawan Haikal membuat hingar-bingar kekuatan para calon, telah selesai. Wawan Haikal cukup handal dalam memainkan percaturan partai berlambang ‘Pohon Beringin’ ini. Dia dinilai banyak pihak merupakan kader partai Golkar yang senior dan matang. Selain proses kaderisasi nya cukup baik, dia juga sudah lebih dari satu periode menduduki anggota legislatif di DPRD Kabupaten Bogor.

Sebagai calon tunggal, terpilihnya Wawan diharapkan akan memiliki warna baru di tubuh partai Golkar, yang diyakini akan menjadikan Golkar lebih baik dalam membangun sinerji dengan berbagai parpol termasuk dengan pemerintahan eksekutif di Kabupaten Bogor.

Wawan Haikal Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua Partai Golkar Kabupaten Bogor di Musda ke X Th. 2020

Para pihak menilai Wawan Haikal, tidak gentar berhadapan dengan eksekutif, sehingga kematangannya di partai besar sekelas Golkar di Kabupaten Bogor, akan berpengaruh pada maju dan mundurnya kinerja pemerintahan di Kabupaten Bogor.

Bahkan, menuju pilkada 2023, sudah dapat dipastikan Wawan Haikal dengan manuver politiknya, akan menjadi modal besar untuk maju merebut panggung pada pilkada 2023, baik sebagai calon bupati maupun calon wakil bupati.

Namun, dibalik perhelatan Wawan di Musda tersebut,  tertinggal sebuah catatan karena awalnya ada dua calon yang bakal maju sebagai Ketua DPD Partai Golkar sebagai bentuk dinamika politik di internal partai. Akan tetapi, sehari sebelum pemilihan, ada pernyataan politik salah satu calon lainnya yakni Nur Amin yang menyatakan mundur dari pencalonan, sekaligus mundur dari keanggotaan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Baca Juga :  Jalan Bersama, Diani-Ru'yat Mengingatkan Masa Indah Memimpin Kota Bogor

Saat dihubungi, Nur Amin mengakui tidak hanya mundur sebagai calon  ketua namun juga mundur dari keanggotaan sebagai kader di Golkar. Menurutnya, ada banyak bahkan disimpulkannya terlalu banyak intervensi dalam pertarungan kali ini.

“Mundurnya saya sebagai calon ketua dan kader Partai Golkar sudah difikirkan dan di pertimbangkan dengan matang dan bijak. Seharusnya partai sekelas Golkar partai besar yang terkenal modern, bisa bijak melihat dan memberikan kesempatan kepada semua kader untuk bisa maju. Bukan sekedar lobby pribadi dan kekuatan keuangan” keluh Nur Amin.

“Saya juga bingung sampai-sampai ada  ancaman ke saya, jika menang dalam pertarungan ketua DPD terpilih, maka Surat Keputusan kepengurusan tidak akan ditanda tangani oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar (DPP) yang kini diketuai oleh Airlangga Hartarto yang nota bene menjabat juga sebagai Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia,” lanjutnya.

Baca Juga :  Ini Daftar Kepala Daerah yang Ditangkap KPK

Bahkan diakuinya, apabila hingga lewat dari pukul 16:00 (kala itu) dirinya  belum juga membuat pernyataan mundur, maka acara musda kali ini akan digagalkan dan ditarik ke Jawa Barat.

“Saya menyayangkan, hanya demi ambisi politik dan kepentingan pribadi, mekanismenya harus mengorbankan nama besar partai. Partai itu cuma dijadikan alat untuk mencapai kepentingan pribadi bukan lagi sebagai wadah aktualisasi kader terbaik yang Cinta Golkar. Saya hanya ingin mengabdi dan berjuang akan tetapi justru dipenggal hak hak saya dengan semena-mena, itulah alasan saya mundur dari keanggotaan kader Golkar,” tegasnya.

 

Tim PolBo  l  Yudha

 

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here