- Advertisement -
Advertising
Beranda ROMANSA Cerita Anies Baswedan Melawan Arus "One Way" Puncak Bogor

Cerita Anies Baswedan Melawan Arus “One Way” Puncak Bogor

GUBERNUR baru DKI Jakarta ini terus membuat kejutan. Sejak terpilih dan dilantik menjadi orang nomor satu di Jakarta, Anies Baswedan sudah menjadi perhatian. Itu karena ucapan dan  tindakan kontroversialnya. Setelah “mempopulerkan” kata “Pribumi”, Mantan Menteri Pendidikan ini kembali menuai kritikan. Musababnya, Ia melawan arus lalulintas di Jalur Puncak, Bogor.

Ini cerita kontroversi kedua Anis setelah menjadi Gubernur DKI Jakarta. Lima hari setelah dilantik, pada Sabtu, 21 Oktober 2017, Anies mengikuti acara Tea Walk di Puncak . Acara tersebut dihadiri sekitar 8.000 pegawai negeri sipil Pemerintah Propinsi DKI Jakarta.

Semua warga Jakarta sudah tahu, jika pengaturan lalulintas di Jalur Puncak pada akhir pekan dan hari libur, dilakukan sistem satu arah (one way). Kebijakan tersebebut untuk mengurai kemacetan di jalan utama menuju kawasan wisata Puncak.

Pada Sabtu itu, dikabarkan bahwa Kasatlantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama dihubungi oleh ajudan Anies. Rombongan gubernur meminta izin melintas turun ke bawah pukul 10.00 WIB. Saat itu, arus kendaraan satu arah dari Jakarta menuju Puncak.

Mendapat permintaan tersebut, Kasat Lantas segera menuju ke lokasi meminta izin ke rombongan Anies untuk mencari jalur alternatif. Sebab, kondisi jalur sedang macet parah, sehingga masih di berlakukan one way.

Namun, rombongan Anies tidak menggubris saran Kasat Lantas Polres Bogor. Gubernur DKI Jakarta dan rombongan  tetap melaju dari arah Puncak menuju Jakarta. Sistem one way yang ditaati warga pribumi Puncak, Bogor, oleh Anies tak dihiraukan.

Sebaliknya, Tim Komunikasi Anies membantah beredarnya kabar tersebut. Menurut Tim Komunikasi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pemerintah Pemprov DKI melalui Dinas Perhubungan sudah mengirim surat kepada pihak kepolisian terkait kegiatan Tea Walk.

Baca Juga :  Diskusi Ringan Ala Saung RS

Kontroversi sebelumnya di mulai dari sambutan usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo. Anies mengeluarkan ucapan “Pribumi”  yang dipersepsikan dengan makna negatif dan menjadi viral di sosial media.

Warga net menganggap Anies dengan kapabilitasnya sebagai seorang Gubernur, tidak etis dan cenderung bersikap rasial dan provokatif.

Spredfast mencatat penggunaan kata “pribumi: muncul dalam sekitar 77.500 cuitan dalam kurang dari 24 jam dan naik hingga mencapai lebih dari 133.0000 di keesokan hari nya. Ramai di kritik oleh berbagai kalangan, Anies pun menjelaskan soal kata “Pribumi” dalam pidato tersebut.

Baca Juga :  Rayuan Pemkot Bogor Luluhkan Hati Abdullah Salim

Anies memastikan bahwa kata “Pribumi” didalam pidatonya tidak bernuansa SARA karena yang disorotnya adalah saat jaman Penjajahan.

 

ARIE SURBAKTI | WIISIINEWS | AS

 

(Baca juga : www.wiisiinews.com)

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here