- Advertisement -
Advertising
Beranda BERITA UTAMA Debat Panas Kandidat Wali Kota, Bima Arya Sentil DPRD, Wakil Rakyat Meradang

Debat Panas Kandidat Wali Kota, Bima Arya Sentil DPRD, Wakil Rakyat Meradang

BOGOR – Debat kandidat putaran pertama calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor dengan tema “memajukan daerah, mensejahterakan masyarakat” yang digelar Komisi Pemilihan Umum Dareah (KPUD) berlangsung panas.

Selain menyampaikan gagasannya untuk membangun Kota Bogor, para kandidat saling serang pertanyaan . Nah, saking panasnya debat, pernyataan paslon nomor urut 3 Bima Arya Sugiarto membuat para wakil rakyat di Kapten Muslihat meradang. Itu gara-gara kandidat petahana menyentil lembaga DPRD Kota Bogor.

Pernyataan yang terkesan memojokan DPRD terlontar setelah Bima Arya menjawab pertanyaan Paslon nomor urut 1 terkait mangkraknya pembangunan dan gagal lelang RSUD Kota Bogor.

Bima Arya menjawab, gagal lelang dan mandeknya pembangunan RSUD karena kurangnya persetujuan dan dorongan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Pernyataan yang terlontar dalam debat kandidat calon kepala daerah ini langsung mendapat kritikan para Anggota dan Pimpinan DPRD Kota Bogor.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Bogor Atty Soemadikarya mengatakan, debat kandidat para calon yang disaksikan masyarakat Indonesia melalui layar kaca dinilai seru dan berdampak besar terhadap keterpilihan paslon.

Hanya saja, menurut Atty, sangat disayangkan materi yang diperdebatkan tidak berdasarkan fakta. Salah satunya, lanjut dia, saat sesi tanya jawab paslon perihal pembangunan RSUD Kota Bogor.

Politikus PDIP ini mengatakan, argumentasi kandidat nomor urut 3, yang caloni petahana sangat memojokan lembaga DPRD.  Intitusi DPRD merasa diremehkan oleh Bima Arya.

“Sebagai intitusi negara yang mengabdi melayani masyarakat, kami (DPRD) merasa sangat diremehkan,” tegas Atty kepada Polbo, melalui sambungan telepon, Sabtu, 5 Mei 2018.

Untuk diketahui, pada tahun 2017 Badan Anggaran DPRD Kota Bogor sudah mendorong dana sebesar Rp 72 miliar untuk membiayai proyek pembangunan RSUD Kota Bogor. Duit sebanyak itu bisa dianggarkan dalam APBD karena disetujui semua wakil rakyat.

Baca Juga :  Tangani Virus Corona Lebih Sulit dari Krisis Ekonomi Global

Atty menjelaskan, proyek pembangunan rumah sakit tersebut gagal dilaksanakan. Walau demikian, DPRD terus mendorong dan mengawal agar alokasi Rp 72 miliar kembali masuk APBD 2018.

Sentilan Bima Arya terhadap lembaga DPRD sangat disayangkan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Sopian Ali Agam. Politikus Partai Gerindra ini menyatakan bahwa seluruh anggota dewan saat reses menampung aspirasi warga terkait kondisi RSUD Kota Bogor.

Atas dasar hasil reses, disepakati kerjasama antara RSUD Kota Bogor dengan Rumah Sakit Karya Bhakti. Akhirnya, Pemerintah Kota Bogor mengambil alih fasilitas RS Karya Bhakti menjadi RSUD.

Baca Juga :  Begini Pengalaman Unik Zaenul Mutaqin Saat Ibadah Umrah

Tahap pertama dan kedua berhasil direalisasikan oleh legislatif dan eksekutif. Namun, kata, Sopian, pada tahap ketiga, yaitu kerjasama dengan pihak ke 3 untuk membangun ruang kamar RSUD yang dibutuhkan, prosesnya mengalami kebuntuan dan sempat gagal.

“DPRD sudah membantu menfasilitasi. Tiga tahap itu harusnya selesai dan tidak mengalami gagal lelang,” pungkas Sopian

Sopian menjelaskan, Pemkot Bogot sebagai lembaga eksekutif belum menyiapkan payung hukum untuk mewujudkan ketiga tahap pembangunan RSUD.

 

M.A MURTADHO | AS

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here