- Advertisement -
Advertising
Beranda NUSANTARA Demo Akan Berlanjut Hingga Omnibus Law Dibatalkan

Demo Akan Berlanjut Hingga Omnibus Law Dibatalkan

Bandung  –  Berbagai elemen serikat buruh dan mahasiswa se Jawa Barat, menyatakan akan terus menggelar aksi untuk menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan melalui Rapat Paripurna DPR RI. Ditegaskan mereka tak akan berhenti aksi hingga Omnibus Law Cipta Kerja dibatalkan.

Di Balai Kota Bandung pada Selasa 6 Oktober 2020, aksi berbagai elemen serikat buruh dan kelompok mahasiswa, dimulai. Mereka kompak menyatakan menolak Omnibus Law Cipta Kerja, karena undang-undang ini, dinilai sangat merugikan masyarakat maupun buruh.

Dalam keterangannya kepada media, Ketua Umum Pimpinan Pusat Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Roy Jinto, mengatakan, aksi unjuk rasa ini merupakan aksi lanjutan yang dilakukan sebelumnya di pusat. Pihaknya tidak memiliki pilihan selain aksi meskipun dilakukan di masa pandemi Covid-19. “Sulit buat kami, karena ini menyangkut masa depan kaum buruh,” katanya.

“Kami mendesak wali kota dan bupati, segera mengirimkan surat kepada presiden agar membatalkan UU Cipta Kerja. “Sampai dengan hari Kamis, tanggal 8 Oktober 2020 aksi ini akan terus kami jalankan. Tuntutan pembatalan lewat Perppu jalan, aksi juga terus berjalan,” ujarnya.

Roy juga menuturkan solidaritas buruh di daerah lain juga akan menggelar aksi serupa. Beberapa di antaranya yang menyatakan sudah siap mengadakan aksi serupa yakni di wilayah Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota dan Kabupaten Bekasi serta Kota dan Kabupaten Bogor.

“Ini semua instruksinya seluruh Indonesia. Aksi akan dilakukan ke kantor Pemda masing-masing dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan,” kata Roy.

Sementara itu, unjuk rasa beberapa kelompok mahasiswa, juga menuntut pembatalan Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Kantor DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, juga akan terus berlanjut.

Baca Juga :  Kasus Corona Indonesia Capai 69 Orang

Sansan Taufik selaku Kepala Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda HMI Cabang Bandung menuturkan, aksinya akan tetap dilakukan secara terus menerus hingga tuntutannya dimenangkan. “Aksi ini bertujuan untuk menunjukkan sikap bahwa mahasiswa sangat keberatan dengan UU Cipta Kerja secara keseluruhan, tidak secara parsial,” ujarnya.

Sansan menilai UU Cipta Kerja justru mempermudah perampasan lahan tanpa memperhatikan keamanan lingkungan hidup dan kondisi sosial masyarakat di sekitarnya. Selain itu, muncul kemudahan bagi perguruan tinggi luar negeri dalam mendirikan cabangnya di Indonesia.

“Perihal perguruan tinggi itu yang kita betul-betul tolak, dihilangkan poin orientasi terhadap nasionalisme. Kemudian, untuk membentuk perguruan tinggi luar negeri itu hanya butuh satu, yaitu surat izin usaha,” katanya.

Baca Juga :  Kerumunan Massa Sambut Kedatangan Pentolan FPI

Di tempat terpisah, Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Ulung Sampurna Jaya menilai demonstrasi di Bandung berjalan aman dan lancar. Hanya saja, lewat pukul 18.00 WIB terjadi kericuhan di depan Gedung DPRD Jabar. “Selama itu sesuai aturan, buruh dan mahasiswa kita layani semuanya. Mereka menyampaikan aspirasi kita layani,” ujar Ulung.

 

Tim PolBo  l  Jacky WIjaya

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here