- Advertisement -
Advertising
Beranda PARLEMENTARIA Dewan Minta Ungkap Kasus Dugaan Bully di SMA Negeri 7

Dewan Minta Ungkap Kasus Dugaan Bully di SMA Negeri 7

BOGOR – Anggota Komisi D DPRD Kota Bogor, Atty Somaddikarya mengatakan, jika benar adanya kasus bullying harus cepat ditindaklanjuti jangan sampai wajah pendidikan kota Bogor menjadi tercemar hanya dengan ulah siswa yang berprilaku tidak terpuji apalagi dilakukan oleh kakak kelas kepada adik kelasnya.

Atty mengatakan hal tersebut saat dimintai tanggapan terkait dugaan bullying terhadap LJ, siswa kelas X SMA Negeri 7 Kota Bogor yang dilakukan oleh kakak kelasnya, Rabu 13 September 2017.

Menurutnya, bullying merupakan tindakan sudah di luar norma-norma sebagai pelajar, dan harus dicari kebenarannya oleh pihak SMA Negeri 7 dan Balai Pelayanan Pengawasan Pendidikan (BP3) Wilayah I Jawa Barat dengan siswa bersangkutan baik yang menjadi korban dan pelakunya.

“Pelakunya harus diberi sanksi tegas jika musyawarah para orang tua pelaku tidak mencapai mufakat,” tegasnya.

Namun demikian, Atty menghimbau peran orang tua sangat dibutuhkan dalam mengarahkan karakter dan budi pekerti putra putrinya pada saat di luar jam sekolah. “Kalau terbukti, ini harus cepat ditangani, agar tidak ada korban lagi pada pelajar di kota Bogor,” tambahnya.

Terpisah, Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Bogor Jana Sugiana mengatakan, terkait tindaklanjut dugaan bullying tersebut, pihaknya menyerahkan kepada BP3 Wilayah I Jawa Barat dikarenakan pengelolaan SMA sudah dialihkan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kita sudah mengkonfirmasi ke pihak sekolah terkait dugaan bullying tersebut. Karena pengelolaan SMA sudah menjadi kewenangan Jawa Barat, kita sudah diberitahukan soal ini kepada BP3 Wilayah I Jawa Barat,” jelas Jana.

Pada kesempatan ini, ia menjelaskan, bahwa pendidikan itu menjadi tanggungjawab semua baik pemerintah maupun masyarakat. Perlu diingat, kata dia, di luar jam sekolah anak sudah menjadi tanggungjawab orang tua dalam pembinaan.

Baca Juga :  PAW Zaenul Mutaqin, Kang Ubed (Cucu Mama Falak) Jadi Anggota Dewan

“Kalau ada penyimpanan perilaku tanggungjawab semua. Jika terjadi di sekolah tanggungjawab sekolah dan di luar jam sekolah yah masyarakat atau orang tua. Peran orang tua dan lingkungan juga sangat menentukan prilaku anak jadi harus memiliki pondasi agama yang baik,” tukasnya.

Baca Juga :  Pemerintah Diminta Lakukan Strategi Khusus Atasi Virus Corona

HARIS ALBASITH

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here