- Advertisement -
Advertising
Beranda NUSANTARA Duet Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2018 Itu Skenario Lama

Duet Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2018 Itu Skenario Lama

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (baju hitam) dan Wakil Gubernur Jawa Barat (baju putih) berjalan bersama dengan senyum sumringah | Tribun Jabar

JAKARTA – Dorongan menduetkan Deddy Mizwar (Demiz) dengan Dedi Mulyadi (Demul) di pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018 sebenarnya merupakan skenario lama. Pada Sabtu, 18 Nopember 2017 yang lalu, Wakil Gubernur Jabar dan Bupati Purwakarta itu pernah melakukan pertemuan di rumah seorang petinggi partai di Jakarta.

Saat itu, baik Demiz maupun Demul sebagai kandidat gubernur Jabar dalam posisi terombang-ambing secara politik. Demul yang merupakan Ketua DPD I Golkar Jabar tersingkir dari bursa pencalonan, karena DPP Partai Golkar era Setya Novanto merekomendasikan Ridwan Kamil dan Danniel Mutaqqien sebagai bakal pasangan calon kepala daerah di Pilgub Jabar 2018.

Pun demikian dengan Demiz, yang saat itu dalam tekanan politik Partai Gerindra, yang menarik dukungan. Kedua tokoh politik, yang namanya cukup popular dan dinilai sukses sebagai kepala daerah, terancam hanya menjadi penonton. Di tengah kebuntuan, ada angin segar dari salah satu ketua partai di Jabar. Ia memfasilitasi komunikasi dan mempertemukan Demiz dengan Demul.

“Tujuannya Pak Demiz dan Pak Demul berpasangan di Pilgub Jabar 2018. Akhirnya diatur pertemuan antar Demiz dan Demul dengan salah satu ketua umum partai,” ungkap sumber polbo, yang saat itu kebetulan sedang bertandang ke rumah petinggi partai itu dengan agenda lainnya.

Baca juga : Dedi Mulyadi Resmi Calon Gubernur Jabar, Jaro Ade Tancap Gas

Pertemuan Demiz dan Demul dihadiri sejumlah petinggi partai itu berlangsung sampai malam. Rembesan info yang diterima Polbo, pembicaraan sudah mengarah siapa gubernur dan siapa wakilnya. Demul saat itu menyatakan setuju menjadi wakil Demiz.

Peluang menduetkan Demiz dengan Demul semakin terbuka. Itu setelah Munaslub Partai Golkar yang memilih Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum menggantikan Setya Novanto. Tidak perlu lama, SK Rekomendasi terhadap Ridwan Kamil pun dicabut. Partai Golkar bergerak cepat dan merekomendasikan Demul sebagai bakal calon gubernur dari Partai Golkar.

Baca Juga :  Bupati Bogor Harga Mati, “I Love You Jaro Ade”

Di sisi lain, Demiz yang tersingkir dari lingkaran Partai Gerindra akhirnya berlabuh ke Partai Demokrat. Wakil Gubernur Jabar ini lantas mendapat rekomendasi sebagai bakal calon gubernur dari partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono.

Akhirnya, peluang menduetkan Demiz dengan Demul, yang lama diskenariokan, semakin terbuka. Itu dipertegas pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Sjarifuddin Hasan. Ia menyatakan, besar kemungkinan partainya akan berkoalisi dengan Partai Golkar untuk mengusung duet Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2018. Kedua partai belum memutuskan siapa yang menjadi calon gubernur dan siapa wakilnya.

Baca juga : Deddy Mizwar Ikhlas Tak Didukung Gerindra

“Dua tokoh ini memiliki elektabilitas yang sama-sama tinggi.  Saya ingatkan, penentuan siapa yang menjadi gubernur akan memperhatikan sejumlah aspek, seperti elektabilitas, pengalaman, dan kapasitasnya. Mereka tinggal kompromi. Lagi-lagi mereka harus duduk bareng,” kata Sjarifuddin Hasan seperti dikutip dari Tempo.co, Kamis, 28 Desember 2017.

Baca Juga :  Sinyal Kuat PDIP Duetkan Bima Arya dengan Dadang Danubrata

Adapun Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan sudah ada nama yang dipilih sebagai pendamping Dedi Mulyadi. “Sudah, sudah ada (nama),” kata Airlangga.

Namun Airlangga menuturkan saat ini ia belum bisa mengumumkan siapa nama yang akan mendampingi Dedi. Termasuk perihal dengan partai mana Golkar akan berkoalisi di Jawa Barat. “Nanti tunggu tanggal mainnya,” ucapnya dinukil dari Tempo.co di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis, 28 Desember 2017.

Merapatnya Partai Demokrat ke Golkar tak lepas dari sikap Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional yang mencabut dukungan untuk Deddy Mizwar, lalu beralih ke Sudrajat yang berasal dari Partai Gerindra.

 

 

M.A MURTADHO | ARIE SURBAKTI | AS

 

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here