- Advertisement -
Advertising
Beranda BERITA UTAMA Info Warga Berujung Gubernur Sulsel Masuk ‘Hotel Prodeo’

Info Warga Berujung Gubernur Sulsel Masuk ‘Hotel Prodeo’

Jakarta  –  Berawal dari informasi masyarakat kepada tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menduga akan ada pemberian sejumlah uang kepada pejabat di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Jum’at 26 Februari 2021, akhirnya, berujung gubernur Sulsel harus terpaksa mendekam di ‘Hotel Prodeo’.

Dalam konferensi pers nya di KPK, Jakarta, Minggu (28/2) dini hari, Ketua KPK Firli menjelaskan, kejadiannya berawal pada Jum’át, dimana seorang kontraktor bernama Agung Sucipto, akan memberikan sejumlah uang kepada gubernur Nurdin Abdullah melalui tangan Edy Rahmat, selaku sekretaris Dinas PUPR Sulsel, sekaligus sebagai orang kepercayaan gubernur Nurdin.

Saat itu sekitar pukul 20.04 WITA, malam, Agung sang kontraktor, bersama Irfan sopirnya Edy, menuju ke salah satu rumah makan di Makassar, dimana disana mereka sudah ditunggu oleh Edy.

Tak lama berselang, mereka bertiga, kemudian pergi ke arah Jalan Hasanuddin Makassar. Didalam mobil, Agung menyerahkan proposal beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan tahun anggaran 2021 kepada Edy. ujar Firli.

Tiba di jalan Hasanudin pukul 21.00 WIB, Irfan, sang sopir, memindahkan koper yang diduga berisi uang ke mobil majikannya Edy. Karena sudah diikuti oleh tim KPK, sekitar pukul 23.00 WITA, akhirnya, Agung diamankan saat dalam perjalanan menuju ke wilayah Bulukumba. Sedangkan Edy, baru sekitar pukul 00.00 WITA, beserta koper berisi uang yang belakangan diketahui berjumlah Rp 2 miliar, diamankan di rumah dinasnya.

Uang Rp 2 Milyar Sitaan Kasus Gubernur SulSel Nurdin Abdullah
Uang Rp 2 Milyar Sitaan Kasus Gubernur SulSel Nurdin Abdullah

“Hasil penangkapan terhadap Agung dan Edy, diketahui dan diakui bahwa uang sejumlah itu, rencananya akan diserahkan kepada gubernur Nurdin Abdullah. Dan, beberapa jam kemudian, akhirnya Nurdin Abdullah juga diamankan di rumah dinas Gubernur Sulsel,” jelas Firli.

Dari operasi tangkap tangan (OTT) tersebut, KPK, berhasil mengamankan enam orang masing-masing adalah Agung Sucipto (AS) selaku kontraktor, Nuryadi (NY) sopir Agung, SB yang merupakan ajudan Nurdin Abdullah, Edy Rahmat, sekretaris DInas PUPR Sulsel, Irfan sopirnya Edy, dan Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Terduga Pelaku Investasi Bodong, Konsumen Haru Bahagia

Kepada, Nurdin Abdullah dan Edy (penerima suap) akan disangkakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Baca Juga :  Paslon Kahiji Yakin Unggul di Semua TPS

Sementara Agung sebagai pemberi suap, akan disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Tim PolBo / Jacky.W

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here