- Advertisement -
Advertising
Beranda RANAH Ini Daerah dengan Potensi Kerugian Uang Negara Besar, Ucok Sky : Kota...

Ini Daerah dengan Potensi Kerugian Uang Negara Besar, Ucok Sky : Kota Bogor Peringkat Lima

 BOGOR – Direktur Centre for Budget Analysis (CBA) Ucok Sky Khadafi  mengungkapkan Kota Bogor menduduki peringkat ke lima se-Jawa Barat yang memiliki potensi terbesar kerugian keuangan negara. Sepanjang  tahun 2015 hingga 2017, CBA mendapat sebanyak 80 temuan kerugian negara. Total potensi kebocoran duit negara ini mencapai Rp Rp14.394.017.277.

“Data kami bisa dipertanggung jawabkan. Ini hasil investigasi dari CBA. Peringkat pertama diduduki Kota Bandung, ada 92 temuan nilainya mencapai Rp229 miliar. Kemudian Kota Sukabumi sebesar Rp42,551 miliar dari 54 temuan,” ujar Direktur CBA Ucok Sky Khadafi kepada wartawan usai menjadi nara sumber dialog interaktif di Rumah Makan Emak Dadali, Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor, baru – baru ini.

Adapun peringkat ketiga dan ke empat adalah Kota Bekasi dengan indikasi kebocoran uang negara sebesar Rp29,788 miliar dari 73 temuan. Kemudian peringkat ke empat Kota Cirebon dengan 55 temuan dan nilai Rp 24,206 miliar. “Kota Bogor ada di posisi ke lima dengan Rp 14,3 miliar lebih,” papar Ucok.

Baca juga : Ini Daftar Kepala Daerah yang Ditangkap KPK

Direktur CBA mengatakan, data itu ada yang berasal dari hasil audit BPK dan juga hasil investigasi CBA. Namun, hingga kini belum ada follow up dari pihak berwenang. Kata dia, sebanyak 80 temuan  di Kota Bogor mayoritas kegiatan pembangunan infrastruktur. “Ada yang diduga menyimpang, ada juga yang salah,”  jelas dia.

Menurut Ucok, salah satu temuan BPK yang sudah diaudit adalah kasus pembelian lahan di Warung Jambu dan itu masuk ke dalam temuan. Namun, saat ini kasusnya sudah ditangani pihak aparat berwenang. “Kasus pembelian lahan di Warung Jambu itu masuk kedalam kategori temuan. Kita berharap pihak berwenang melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait temuan temuan bermasalah ini,” katanya.

Baca Juga :  Waduh, Produsen Aqua Didenda Rp 13 Miliar karena Praktik Monopoli

Selain itu, sambungnya, PAD di Kota Bogor dari rentan 2016-2017 malah menurun dan biasanya meningkat. SILPA yang terus meningkat dari mulai 2015 mencapai Rp329,5 miliar, di 2016 mencapai Rp308 miliar dan 2017 meningkat hingga Rp500 miliar. “Banyak program di Kota Bogor yang tidak terserap sehingga menimbulkan SILPA yang tinggi,” tuturnya.

Baca juga : Fadli Zon : Hukum Jadi Alat Kekuasaan Pemerintah

Ucok meminta agar pemerintah daerah transparansi dalam hal pembangunan. “Selama ini pemerintah tertutup. Harusnya perencanaan itu berdasarkan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Sudah Setahun Mangkrak, Sembilan Pilar Masjid Agung Bermasalah

Terpisah, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor, Widiyanto Nugroho mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait temuan CBA itu. Sebab, hingga kini Korp Adhyaksa belum mendapatkan data tembusan dari CBA.

“Kalau ditembuskan ke kami datanya, kita bisa melihat dan membacanya. Agar kami dapat bergerak menyelidiki, minimal ada bukti permulaan yang diserahkan ke kejaksaan,” tegas Widi.

Ia menegaskan, apabila menyoroti tentang temuan dari sisi fisik, tentunya mesti ada auditor dan ahli yang memeriksa. “Pertanyaannya mereka independen atau tidak,” tegasnya.

 

 

M.A MURTADHO | AS

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here