- Advertisement -
Advertising
Beranda SILUET Ini Kisah Tentang Bima Arya Sugiarto

Ini Kisah Tentang Bima Arya Sugiarto

SEDERET gelar akademik yang disandangnya berbanding lurus dengan pencapaian prestasi dan karirnya. Ilmu yang ditimbanya sejak taman kanak-kanak, sekolah dasar sampai sarjana dan mendapat gelar Doktor, benar-benar bermanfaat dan dirasakan banyak orang, termasuk warga Kota Bogor.

Itulah seorang Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Bogor periode 2013-2018, yang di Pilkada 2018 ini maju sebagai calon petahana. Ia menggaet sahabatnya, Dedie A. Rachim menjadi wakil wali kota. Dedie adalah salah seorang direktur di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam ranah perpolitikan lokal Bogor, sebelum maju dan terpilih menjadi Wali Kota Bogor, nama Bima Arya tidak lah populis. Anak sulung Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Almarhum Toni Sugiarto itu lebih banyak berkiprah di panggung nasional.

Sekira tahun 2011, yah dua orang anak, Kinaura Maisha (Kin) dan Kenatra Mahesa (Ken) itu membumikan namanya di Kota Bogor. Paguyuban Bogor adalah “kendaraan operasional” pertama Bima Arya. Beragam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan warga Kota Bogor dilakukan. Tidak sia-sia, ikhtiar politik suami dari Yane Ardian itu berbuah sangat manis. Ia mulus maju sebagai calon wali kota Bogor dan akhirnya terpilih.

Menengok sedikit ke belakang, pencapaian Bima Arya sebagai seorang akademisi dan politikus terbilang moncer. Bima pernah menjadi Dosen Fakultas Ilmu Sosial Politik di Universitas Parahyangan Bandung, sekaligus Dosen di Universitas Paramadina Jakarta.  Di Kampus Paramadina, Bima juga merangkap Dosen pasca Sarjana.

Selain menjadi Dosen, Bima Arya pun pernah menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Direktur Eksekutif Lead Institute Universitas Paramadina, Jakarta. Bahkan, pernah jadi konsultan di Partnership for Governance Reform, UNDP.

Tidak berhenti disana, Bima masih ingin mengamalkan ilmu yang dimilikinya dan member manfaat bagi orang banyak.  Ia bersama koleganya mendirikan Charta Politika Indonesia, lembaga survei dan konsultan politik. Bima didaulat sebagai Direktur Eksekutif dan sempat menjadi Komisaris di Charta Politika Indonesia.

Bima Arya masih belum cukup puas atas pencapaiannya. Masih ada dorongan mencoba dan melakukan hal baru yang masih bersentuhan dengan keilmuannya. Menantu Almarhum Ardi Rahman itu kemudian dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi Majalah Rakyat Merdeka. Sebuah media ibukota yang terkonsentrasi pada berita politik.

Ada yang menarik dari perjalanan hidup Bima Arya. Mungkin sedikit yang tahu jika anak sulung Perwira Polisi ini lahir di sebuah rumah bersalin yang terbilang biasa saja di Kota Bogor. Ibunda Bima Arya menjalani persalinan di Klinik dr. Sukoyo, Jalan Paledang, Kota Bogor pada 17 Desember 1972.

Baca Juga :  Obby Kaban Lanjutkan Jejak Sang Ayah

Bima Arya Sugiarto | Istimewa

Jejak Pendidikan Bima Arya

Setelah usianya 6 tahun lulus dari Taman Kanak-Kanak, Bima sekolah di SDN polisi IV, kemudian ke SMPN 1, dan menyelesaikan Sekolah Menengah Atas di SMAN 1 Bogor. Bima menyematkan gelar sarjana-nya di jurusan Hubungan Internasional (HI) Fakultas Fisip Universitas Parahyangan tahun 1996.

Lalu, Bima melanjutkan pendidikan S2 nya di Monash Universty Melbourne Australia dan di tetapkan sebagai Master of Art, bidang Studi Pembangunan pada 1998. Terakhir, melengkapi pendidikan Formalnya Bima meraih gelar Doktor Ilmu Politik, di  Australian National Universty pada tahun 2006.

Pendidikan non Formal pun banyak di ikuti oleh Bima Arya, pada 2009 Bima mengikuti Workshop ‘Indonesian Future Leaders,’ yang di adakan oleh Nanyang Universty, Singapore. Lalu, mengikuti Studi Banding, Sistem Pemilu dan Kepartaian di Islambad, Pakistan.

Selanjutnya, pernah ikut Workshop ‘Indonesian Young Leaders’, di Tokyo, Jepang. Terakhir, di Centre for Democratic Institution, di Canberra, Australia, pada 2012 silam Bima mengikuti Workshop ‘Pemimpin Politik se-Asia Tenggara.

Baca Juga :  Disentil Bima Arya Saat Debat Kandidat, DPRD Bogor Murka

Di dunia organisasi, Bima banyak memegang jabatan penting, misalnya jadi Wakil ketua HIMAHI (Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional) di Fisip Universitas Parahyangan Bandung. Kemudian menjadi Ketua  Departemen Pemuda di Paguyuban Bogoriensis dan menjabat Direktur Ekskutif Solidaritas Masyarakat Anti Narkotika (SMART).

Di Australia, Bima pernah menjadi Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI), ketua Umum Ikatan Alumni Smansa Bogor. Selain itu, pernah menjabat ketua PP Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPPP) priode 2010-2015 silam. Di organisasi politik, Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).

Dengan sederet gelar akademik dan pengalaman berkarir, termasuk menjadi Wali Kota Bogor, Bima dinilai berhasil merubah wajah Kota Hujan. Belakangan, pada masa kampanye, dalam setiap momen bertatap muka dengan warga, menyebar harapan dan doa agar Bima Arya yang berpasangan dengan Dedie A. Rachim kembali memimpin Kota Bogor untuk lima tahun ke depan.

Bagi kebanyakan warga Kota Bogor, adanya Bima dan Dedie dalam panggung Pilwalkot Bogor 2018 merupakan bukti bahwa rakyat dan juga partai politik besar masih member kepercayaan kepada putra terbaik Kota Bogor itu. Untuk itu, Bima-Dedie harus mampu mengemban amana, yakni mengelola pemerintahan daerah dengan baik dan mempotensikan rakyat agar menjadi abdi negara yang mencintai dan dicintai rakyat. Hal itu sejalan dengan tagline pasangan Bima Arya Sugiarto – Dedie A Rachim (BADRA) ; ABDI BOGOR, TUNTASKAN.

 

 

M.A MURTADHO | ARIE SURBAKTI

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here