- Advertisement -
Advertising
Beranda NUSANTARA Ini Skenario Pilgub Jabar 2018, Tiga atau Empat Poros Politik

Ini Skenario Pilgub Jabar 2018, Tiga atau Empat Poros Politik

Ilustrasi Pilgub Jabar 2018 | Net

BANDUNG – Tensi menjelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018 semakin mendidih. Itu setelah beberapa partai menarik ulur dukungan kepada beberapa kandidat yang sudah diusung, Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar contohnya. Sepekan sebelum pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, terbentuk tiga poros yang akan maju dalam kontestasi pilkada. Namun, skenario pamungkas mungkin saja menjadi empat kubu politik.

Poros pertama adalah koalisi Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sudah mantap akan mengusung Mayor Jenderal Purnawirawan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto resmi menunjuk Sudrajat sebagai kandidat bakal calon gubernur pada pilgub Jabar 2018 lewat keputusan yang ditekennya pada Kamis malam, 7 Desember 2017 di kediaman Prabowo, Hambalang, Sentul, Jawa Barat.

Baca juga :Gerindra Usung Mayjen Sudrajat di Pilgub Jabar 2018

Kemudian PAN dan PKS pun merapat. PKS yang sebelumnya akan mendukung Deddy Mizwar dalam pilgub Jabar itu pun menceraikan aktor senior Indonesia itu demi bergabung ke kubu Prabowo. Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan salah satu alasan mereka berkoalisi adalah keberhasilan mereka dalam memenangi pemilihan kepala daerah DKI Jakarta tahun ini. “Ada semangat kami ingin melanjutkan apa yang kita raih di putaran kedua pilkada DKI,” kata dia pada Senin, 25 Desember 2017.

Poros kedua koalisi yang dibentuk Golkar dengan mengusung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Dedi disebut akan berduet dengan calon usungan Partai Demokrat, Deddy Mizwar.  Semula, Golkar mendukung Wali Kota Ridwan Kamil saat posisi Ketua Umum Partai Golkar masih dijabat oleh Setya Novanto. Namun, saat Airlangga Hartarto, Partai Golkar kembali mengusung Dedi Mulyadi. ”Saya kira tidak akan kembali lagi kepada Ridwan Kamil,” kata Airlangga Hartarto, Rabu, 27 Desember 2017.

Baca Juga :  Siapa Wakilnya di Pilgub Jabar, Ridwan Kamil Terserah Partai Koalisi

Baca juga : PPP, PKB dan NasDem Masih Solid ke Ridwan Kamil

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Sjarifuddin Hasan menyampaikan partainya sudah melakukan pembahasan untuk berkoalisi dengan Golkar. Namun kedua partai belum memutuskan siapa yang menjadi calon gubernur dan siapa wakilnya. Bocorannya Deddy Mjzwar jadi calon gubernur dan Dedi Mulyadi wakilna. “Mohon doanya saja, sesegera mungkinlah,” kata Sjarif.

Poros ketiga adalah kubu Ridwan Kamil yang masih didukung Partai Nasdem, PPP, dan PKB. Ridwan Kamil belum menentukan siapa wakilnya. PPP dan PKB sempat mengancam mencabut dukungan jika bukan kadernya yang jadi wakil Ridwan Kamil. PPP menyandingkan Ridwan Kamil dengan Uu Ruzhanul Ulum. Adapun PKB menduetkan Syaiful Huda atau Maman Immanul Haq. Belakangan PKB sedang mempertimbangan musikus Charly van Houten untuk mendampingi Ridwan Kamil.

Baca juga : PDIP Beri Sinyal Dukung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018

Baca Juga :  Deddy Mizwar : Pak Prabowo Dukung Saya

“PKB hanya ingin mengingatkan jika politik itu dinamis,” kata politikus PKB, Maman Imanulhaq. Jika Ridwan masih dalam keragu-raguannya, menurut Maman, dia bisa bernasib sama seperti Deddy Mizwar di pilgub jabar setelah Gerindra menarik gerbong dukungan partai pendukungnya. “Emil bisa terancam jomblo,” ujarnya.

Poros pamungkas atau ke empat mungkin saja terbentuk setelah ada wacana koalisi Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar. Patai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai pemenang bisa mengusung calon sendiri di Jawa Barat, jika tidak bergabung dengan Ridwan Kamil. PDIP disebut-sebut sudah merestui mantan Kapolda Jabar Irjen Anton Charlian.

“Maksimal empat poros dan sedikitnya tiga poros politik untuk Pilgub Jabar. Konfigurasi tersebut mungkin saja diselaraskan dengan daerah kota atau kabupaten di Jabar,” kata Rahmat Syamsul Anwar pengamat dari Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik (LPKP), Senin, 1 Januari 2018.

 

 

ARIE | TEMPO.CO | AS

 

 

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here