- Advertisement -
Advertising
Beranda PARLEMENTARIA Interpelasi Batal, Kang AW : Rakyat Bisa Ajukan Gugatan Hukum

Interpelasi Batal, Kang AW : Rakyat Bisa Ajukan Gugatan Hukum

Politikus Partai Demokrat, Asep Wahyuwijaya

CIBINONG – Rencana DPRD Kabupaten Bogor mengajukan hak interpelasi kepada Bupati Bogor, hampir pasti batal. Rakyat yang secara faktual benar-benar dirugikan atas gagalnya pembangunan infastruktur, bisa mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum oleh penguasa (onrechmatige overheidsdaad).

“Pakai unsur-unsur dalam Pasal 1365 KUH Perdata sebagai dasar gugatannya,” kata Asep Wahyuwijaya atau biasa disapa Kang AW kepada polbo di Bogor, Jum’at, 22 September 2017.

Kenapa rakyat bisa menempuh jalur hukum ? Menurut Anggota DPRD Jawa Barat itu, jangan rakyat yang terjatuh dari kendaraan akibat jalan rusak dan licin saat musim hujan nanti, harus menanggung sendiri akibatnya. Padahal, penyebab utamanya adalah pemerintah yang ceroboh.

“Ini mah amit-amit ya. Tapi bayangkan saja kalau ada ibu-ibu hamil di Ciawi sana mengalami kecelakaan di jalan rusak itu, lantas ada apa-apa dengan kandungannya, apakah layak pemerintah daerah berpangku tangan?,” Kang AW memberi gambaran.

Jadi, Ia menyimpulkan, jangan sembarangan saat memerintah. Amanah itu berat dan sulit. Jangan ceroboh saat memegang kekuasaan. Rakyat sekarang sudah cukup cerdas merespon perilaku pemerintah dan para wakil rakyat. “Apalagi hukum pun memfasilitasinya”.

Untuk itu Kang AW menegaskan, rakyat enggak usah terpengaruh dengan jadi atau tidaknya interpelasi itu. “Biarkan saja jika DPRD dan bupati beserta dinasnya saling tukar proposal,” ujar politikus Partai Demokrat ini.

Ia menjelaskan, interpelasi merupakan hak DPRD yang secara politik memang memiliki daya tekan kepada kepala daerah. Jadi, dInilai lumrah kalau Bupati Bogor dan bawahannya berupaya melindungi diri dari tekanan tersebut.

Selain itu, menurut Kang AW, andaikan DPRD menjadikan interpelasi, angket hingga hak menyatakan pendapat sebagai alat tawar, itu pun sah-sah saja.

“Hanya perlu dicatat, rakyat ada dimana manakala ada program atau kegiatan yang digagalkan realisasinya?,” ujar Dia.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan mengakui pergerakan interpelasi kepada bupati atas batalnya DAK Rp 94,4 miliar, belum ada kelanjutan. Hal itu setelah Bogor Nurhayanti melalui Sekretaris Daerah Adang Suptandar berkirim surat yang dilengkapi proposal ke dewan.

“Persoalan DAK sudah dijawab dan penjelasannya sangat detail. Tapi itu tidak menghalangi interpelasi. Itu hak anggota. Kalau belum puas, silahkan saja,” kata Iwan.

SANDI ILHAM | ARIE U.S

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Bogor Usulkan Bantuan Untuk 9 Proyek ke Pusat

Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) mengajukan sembilan usulan kegiatan ke pemerintah pusat, diantaranya Penataaan Pasar Bogor, Pembangunan dan Pembebasan Lahan untuk Underpass di...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Bogor Usulkan Bantuan Untuk 9 Proyek ke Pusat

Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) mengajukan sembilan usulan kegiatan ke pemerintah pusat, diantaranya Penataaan Pasar Bogor, Pembangunan dan Pembebasan Lahan untuk Underpass di...

Pangandaran dan Sekitarnya Diguncang Gempa

Jabar – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat, mencatat telah terjadi gempa yang mengguncang wilayah Pangandaran dan sekitarnya. Gempa bumi tektonik tersebut...

Sesak Nafas HRS Dipindahkan ke Sel Bareskrim

Jakarta -  Tersangka Habib Rizieq Shihab (HRS) yang disangkakan dalam kasus penghasutan dan kerumunan di Petamburan, hari ini Kamis (14/1/2021) dipindahkan dari Rumah Tahanan...

17 Kali Nyopet di JPO Paledang, Kandas di Bui Paledang

Bogor - Jajaran Tim Polresta Bogor berhasil membekuk pencopet yang sering melancarkan aksinya di jembatan penyebrangan orang (JPO) Paledang, dekat Stasiun Bogor, Kamis (14/01/20). Sebelumnya...

Sekolah Daring, Legislator: Sediain Mobil Internet

Bogor - Pemerintah gagal menerapkan kembali sistem belajar secara tatap muka paska pamdemi Covid-19 dan opsi belajar tetap dilakukan secara daring. Hal itu mengakibatkan sejumlah...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here