- Advertisement -
Advertising
Beranda PARLEMENTARIA Interpelasi Bupati Bogor Layu Sebelum Berkembang

Interpelasi Bupati Bogor Layu Sebelum Berkembang

Bupati Bogor, Nurhayanti aman dari agenda interpelasi oleh DPRD terkait gagal serap proyek DAK Rp 94.4 miliar

CIBINONG – Rencana DPRD Kabupaten Bogor menggunakan interpelasi kepada Bupati Bogor, layu sebelum berkembang. Wakil rakyat di Tegar Beriman sepertinya urung mengajukan hak tanya, yang mengemuka terkait gagal lelang proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) senai Rp 94.4 miliar.

“Kami sudah terima surat bupati melalui Sekda (Adang Suptandar). Masalah DAK itu sudah dijawab secara rinci. Ada proposalnya juga,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan kepada polbo di Ciawi, Senin 18 September 2017.

Menurut Politikus Gerindra ini, meski Bupati Bogor sudah memberi penjelasan gagal lelang proyek DAK, kelanjutan menggunakan hak interpelasi merupakan keputusan preogratif anggota dewan. “Silahkan saja kalau belum puas, dilanjutkan (interpelasi) atau tidak hak anggota,” ujar Iwan.

Namun, sampai pekan kedua sejak rencana bergulir, tidak ada tanda-tanda wakil rakyat di Cibinong jadi mengajukan interpelasi. Bahkan, sebagian anggota dewan secara tegas menolak interpelasi bupati. Misalnya anggota Badan Anggaran DPRD dari Fraksi Persatuan Pembangunan Rakyat, Junaidi Syamsudin.

“Saya mensinyalir ada agenda politik terselubung dari hak interpelasi atas DAK yang proyeknya digagalkan dinas,” kata Junaidi kepada polbo di Cibinong, Rabu 13 September 2017.

Direktur Eksekutif Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik (LPKP), Rahmatullah menyayangkan ketidak-seriusan anggota dewan dalam menyikapi kasus DAK Rp 94.4 miliar itu. Persoalan gagal lelang sembilan proyk infrastruktur publik tersebut jelas merugikan masyarakat.

“Seharusya dewan tegas. Interpelasi jangan hanya gertak sambal. Karena masalah ini menyangkut kepentingan publik,” Rahmat menyatakan. “Tidak cukup hanya dijawab pakai surat.”

ARIE U.S

Baca Juga :  DPRD Minta Pemkab Bogor Refocusing 'APBD' Untuk Kepentingan Masyarakat!
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here