- Advertisement -
Advertising
Beranda IMPRESI Jangan Salah Menilai Tagor Pangaribuan

Jangan Salah Menilai Tagor Pangaribuan

Bogor  –  Tidak sedikit artis Indonesia yang mampu membangun karir dari bawah. Bahkan kisah hidup mereka pun tak disangka-sangka, seperti berjualan gorengan dan ayam goreng.

Satu diantara sekian banyak artis yang meniti karirnya melalui dunia tarik suara dengan perjalanan berliku yang tajam, dialami oleh Tagor Pangaribuan. Pria kelahiran Sumatera Utara ini, sudah menapaki dunianya sejak 35 tahun lalu dengan berbagai liku-liku kehidupan yang susah, bahkan hampir saja frustasi.

Namun, dengan kegigihan dan ketulusan dalam menjalani kehidupan nya yang hanya bermodalkan kepercayaan diri dan Suara Emas, akhirnya masa-masa sulit seorang Tagor Pangaribuan itu, terlewati.

Allah memberikannya kesempatan atas perjuangannya, justeru pada usia diatas 50 tahun melalui Lagu : JANGAN SALAH MENILAI dan JANGAN SAMPAI 3 KALI. Banyaknya CD yang terjual dan Viewer di youtube yang mencapai 6 juta lebih dan permintaan untuk tampil, tak membuat pribadi seorang Tagor menjadi sombong dengan menepuk dada.

Tagor Pangaribuan 

Siapa yang menyangka bahwa dibalik kesuksesan yang diraihnya, melalui anugerah suara emas dari Sang Pencipta, ternyata ada perjuangan yang panjang yang penuh dengan tantangan kehidupan. Cerita masa lalu bagi Tagor, seolah-olah menjadi cambuk untuk terus berkarya. Baginya, apabila kita terlahir susah dan miskin, itu bukan salah siapapun. Tapi kalau kita mati dalam keadaan susah dan miskin, itu adalah kesalahan kita. Tidak semua manusia terlahir dari keluarga kaya raya, hanya sebagian orang yang beruntung yang bisa merasakan hidup nyaman sedari lahir.

Sebagiannya lagi harus sabar menjalani hidup yang tidak mudah. Bagi kita yang merasa diri ini kurang beruntung, karena pernah merasakan hidup yang susah, jangan berkecil hati karena Tuhan sedang menguji dan membuat kita menjadi pribadi yang lebih berkualitas.

Baca Juga :  Mengapa Gatot Nurmantyo, Prabowo, dan Jokowi Penting untuk Indonesia?

Menurut Tagor, jika kita menjalani kehidupan yang sulit, biasanya akan memiliki mental yang kuat. Hidup serba kekurangan membuat kita lebih dulu mengerti bahwa hidup itu keras. Kita harus siap ketika dihadapkan pada masalah

Karena terbiasa berjuang lebih keras dibanding orang lain, makanya orang-orang yang pernah hidup susah cenderung memiliki sifat pekerja keras. Kita perlu bekerja sendiri disatu sisi, namun juga harus bersama rekan untuk mengubah nasib atau mendapatkan apa yang kita inginkan yaitu kesuksesan.

Pria Batak yang lembut ini, sempat mengutarakan bahwa “Orang yang pernah hidup susah lebih pandai bersyukur dibandingkan orang-orang yang tidak pernah hidup susah. Bahkan orang-orang yang pernah hidup susah, lebih menghargai dan mensyukuri hal-hal kecil. Mereka yang pernah hidup susah bahkan bisa bersyukur di saat-saat yang sulit karena mereka pernah hidup dalam keadaan yang lebih sulit.

Baca Juga :  Bogor Butuh Pemimpin Cerdas dan Berhati Mulia

Tidak peduli kita lahir dari keluarga dengan kondisi bagaimana. Usaha yang kita lakukan itulah yang akan menjadikan kita pribadi yang lebih baik dan lebih penting.

Kesuksesan bagi Tagor, hanyalah sebuah kesempatan. Jadi yang lebih penting lagi adalah, Bagaimana kita menjalani kesuksesan itu, yakni dengan bersyukur dan berbagi bagi sesama kita.   ***

 

  Jacky Wijaya

 

 

 

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here