- Advertisement -
Advertising
Beranda BERITA UTAMA Kalau Parpol Bilang Tidak Ada Mahar, Fahri Hamzah : Itu Bohong

Kalau Parpol Bilang Tidak Ada Mahar, Fahri Hamzah : Itu Bohong

JAKARTA – Soal mahar politik menjadi salah satu noda hitam yang mencoreng tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018. Sejumlah elite partai politik (parpol) menangkis tudingan karena disebut-sebut meminta mahar kepada calon kepala daerah. Namun, “vocalis” di Senayan, yakni Fahri Hamzah berani memastikan bahwa mekanisme pemberian uang  dalam jumlah tertentu oleh kandidat politik ke parpol memang berlangsung di setiap parpol.

“Mahar sebetulnya adalah satu hak yang tidak mungkin dihindari dalam sistem politik. Kalau ada parpol yang mengatakan mereka tidak ada (mahar), itu bohong,” kata Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa, 16 Januari 2018.

Baca juga : Kata Fahri Hamzah Kasus Setya Novanto Terkait Pemilu 2019

Pernyataan Fahri tersebut menanggapi polemik permintaan mahar dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) terhadap La Nyalla Mattalitti untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur 2018. Mahar dari La Nyalla menyentuh nama Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

Menurut Fahri, pemberian mahar itu sendiri bisa terjadi mengingat pelaksanaan sistem demokrasi dan politik di Indonesia belum sepenuhnya dibiayai negara. Ia mencontohkan kebijakan pembiayaan politik yang dilaksanakan oleh sejumlah negara di Eropa.

Simak juga : PKS Dukung Golkar Asal Fahri Hamzah Didepak dari Wakil Ketua DPR

Dampaknya, Fahri menceritakan, kandidat-kandidat politik di Eropa tidak memusingkan masalah pembiayaan. Namun mereka fokus kepada upaya menawarkan kapabilitasnya kepada masyarakat. “Makna moralnya, itu menjadi challenge bagi kita untuk membuat regulasi yang tidak memungkinkan uang ilegal masuk ke perpolitikan,” ujar  dia.

Fahri mengaku menyambut baik timbulnya kesadaran pembiayaan politik melalui peningkatan dana parpol menjadi Rp1.000 per suara. Menurutnya, hal itu merupakan langkah awal dalam upaya peningkatan kualitas perpolitikan di Indonesia.

Baca Juga :  FPI Mau Patungan Bantu Pemda Danai Perda Anti LGBT

“Pembiayaan politik itu harus bisa diukur. Kalau ada biaya itu normal, wajar. Sehingga, orang yang masuk politik itu nanti yang dinilai adalah kredibilitasnya, isi kepalanya (bukan uang yang dimilikinya),” kata Fahri.

Baca Juga :  Adu Kekuatan di Pilgub Jabar 2018, Prabowo, SBY dan Megawati Jadi Jurkam

 

VIVA | AS

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here