- Advertisement -
Advertising
Beranda RANAH Karyawan JNE Bogor Tewas Kejepit Forklift

Karyawan JNE Bogor Tewas Kejepit Forklift

SUKARAJA – PT JNE Express Across Nations menanggapi cepat peristiwa tewasnya Gun Gun Bahrul Ilmi yang terjepit forklift, salah satu karyawan JNE Bogor Divisi Operasional di Gedung Operasional JNE Bogor. Melalui Head of Media Relations Hendrianida Primanti yang diterima wartawan, Senin 19 Maret 2018.

“Seluruh manajemen JNE berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kecelakaan yang dialami salah satu karyawan JNE Bogor Divisi Operasional yaitu Alm.Sdr. Gun Gun Bahrul Ilmi saat sedang menjalani tugas rutinnya di Gedung Operasional JNE Bogor,” demikian pernyataan itu membuka penjelasan.

Pernyataan itu juga menerangkan bahwa JNE secara berkala melakukan perawatan serta pemeriksaan terhadap infrastruktur maupun peralatan atau perlengkapan kerja karyawan sesuai dengan prosedur.

“Namun sangat disayangkan peristiwa yang tidak diinginkan tersebut terjadi tanpa dapat terdeteksi sebelumnya,” ujar Hendrianida Primanti yang akrab disapa Ria.

Manajemen JNE bertanggung jawab atas segala biaya yang dibutuhkan sehubungan dengan peristiwa ini dan memprioritaskan seluruh hal yang menjadi hak dari almarhum Gun Gun Bahrul Ilmi sebagai karyawan JNE Bogor.

Tewasnya Gun Gun cukup mengenaskan. Itu diperoleh wartawan dari sejumlah narasumber yang tidak bersedia diungkapkan identitasnya termasuk rekaman video. Posisi kepala tertelungkup di tengah forklift yang diperkirakan membuat Gun Gun tewas di tempat. Tewasnya Gun Gun terjadi pada Jumat 9 Maret 2018 sekira pukul 13.35 lalu. Sayangnya pihak manajemen berupaya ketat menutupi peristiwa menggemparkan karyawan JNE Bogor.

Ria juga menerangkan bahwa JNE telah berkoordinasi dengan Kapolsek Sukaraja Kompol Lusi Saptianingsih SH, MH.

“Mas, terkait pertanyaan apakah JNE sudah melakukan pelaporan kepada pihak kepolisian, tanggapan kami, JNE telah melakukan pelaporan kepada Kapolsek Sukaraja Kompol Lusi Septianingsih SH MH. Selanjutnya, JNE siap mengikuti seluruh proses pemeriksaan sesuai prosedur Kepolisian,” ujar perempuan bertubuh tambun.

DUGAAN 86 Kapolsek-JNE

Kapolsek Sukaraja, Kompol Lusi membenarkan dirinya telah menerima laporan tersebut pada Jumat 16 Maret 2018 meskipun laporan polisi atas peristiwa itu belum usai dibuat saat wartawan mewawancarai Kompol Lusi.

Baca Juga :  Sering Tak Terserap, Pemkab Bogor Minta Hibah Rp 94.4 Miliar ke DKI Jakarta

“Peristiwanya sudah 9 Maret lalu, jadi gimana mau olah TKP sudah lewat lama. Saya sendiri baru terima laporan Jumat 16 Maret kemarin. Ini juga belum selesai lapga-nya (Laporan Segera_red),” kata Lusi di ruangannya tadi siang.

Dari penjelasan Lusi, peristiwa itu terjadi akibat kesalahan korban sendiri dan diduga menyalahi SOP perusahaan. Sementara dari keluarga korban telah menyatakan tidak akan menuntut atas peristiwa yang merenggut putra kesayangan keluarga asal Cilacap itu.

Lusi juga mengakui bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan pihak JNE. “Ya saya telah mendapat informasi itu, makanya saya minta pihak JNE ke kantor untuk buat laporan. Katanya sih baru hari ini mau laporan, tapi nggak tahu sudah datang atau belum,” imbuh Lusi.

Baca Juga :  Ribuan Massa Demo, Walikota Bima Bekukan IMB Hambali

Saat ditanya mengapa Kapolsek tidak segera memerintahkan jajarannya untuk melakukan olah TKP dan memasang garis polisi usai mendapat informasi tewasnya Gun Gun Bahrul Ilmi, Lusi mengelak bahwa belum selesainya laporan segera dari pihak JNE.

“Mereka sudah saya minta untuk buat laporan, tapi karena sibuk mengurus korban dan keluarga laporan tidak langsung dibuat. Soal koordinasi ya saya terus berkoordinasi dengan pihak JNE,” tandas Lusi.

Peristiwa serupa akibat kecelakaan kerja sebenarnya juga terjadi di pabrik pembuat biskuit Serena di Cibinong yang menewaskan dua orang pekerja, dua pekan lalu. Saat itu Polsek Cibinong langsung menggelar olah TKP dan memeriksa para saksi mulai dari komandan regu, HRD, pengawas bagian gudang.

Sayangnya tindakan aparat Polsek Cibinong tidak dilakukan aparat Polsek Sukaraja dalam menangani tewasnya pekerja gudang JNE Cabang Bogor. Justru terkesan menutupi dan lamban dalam menindak peristiwa naas tersebut.

HERRY SETIAWAN

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here