- Advertisement -
Advertising
Beranda BERITA UTAMA Kecewa SBY Rekom Bima, Usmar Hariman Mundur dari Demokrat

Kecewa SBY Rekom Bima, Usmar Hariman Mundur dari Demokrat

Usmar Harimar menunjukan surat pengunduran diri sebagai Ketua DPC Demokrat Kota Bogor, Senin 8 Januari 2018. Wakil Wali Kota Bogor ini kecewa terhadap DPP Demokrat yang merekomendasikan Bima Arya sebagai calon wali kota Bogor 2018 | wiisiinews

BOGOR – Keputusan DPP Demokrat mengusung Bima Arya Sugiarto dan Dedie A Rachim sebagai wali kota dan wakil wali kota Bogor di Pilkada Kota Bogor 2018, tidak dipungkiri membuat kecewa kader partai berlambang tiga mercy di Kota Bogor. Bahkan, Ketua DPC Demokrat Kota Bogor bersikap tegas dengan menyatakan mundur dari jabatannya sebagai ketua dan kader partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Pada pertemuan hari ini ( Senin 8 Januari 2018 jam 18.56 WIB, saya menyatakan mundur dari jabatan saya sebagai Ketua DPC Kota Demokrat Kota Bogor. Surat pengunduran sudah saya tanda-tangani dan sudah ditembuskan kepada Pak SBY,” kata Usmar Hariman dalam temu media di Ruang Rapat Lavender, Hotel Grand Savero, Kota Bogor, Senin 8 Januari 2018.

Baca : Usmar Hariman Fatsun Jika SBY Dukung Bima Arya

Usmar yang sudah 15 tahun menjadi kader Demokrat mengatakan, keputusannya mundur berdasarkan pertimbangan dan kajian komprehensif terkait dinamika politik terkini. Ia mempertimbangkan beberapa hal termasuk rapat terbatas internal partai serta masukan sejumlah elemen masyarakat Kota Bogor.

“Penting saya sampaikan kepada masyarakat bahwa mulai hari ini saya mundur dari jabatan saya sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bogor,” Usmar menegaskan. “Selanjutnya saya akan fokus melanjutkan sisa jabatan saya di Pemerintahan Kota Bogor.”

Keputusan Usmar mundur dari jabatannya sebagai ketua dan kader partai disayangkan beberapa kalangan. Sebab, walau keputusan SBY merekom Bima-Dedie sangat menyakitkan, namun itu adalah dinamika politik.

“Sangat disayangkan kalau sampai mundur. Dia bisa kehilangan jabatan sebagai wakil dan Plt Wali Kota Bogor,” kata Analis Politik Lembaga Pemantau Kebijakan Publik (LPKP) Rahmat Syamsul Anwar.

 

M.A MURTADHO | AS

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here