- Advertisement -
Advertising
Beranda SILUET Kukuh Gerindra Terbukti Kokoh

Kukuh Gerindra Terbukti Kokoh

 POLITIKUS Partai Gerindra satu ini memang tangguh. Dia teruji tahan badai ketika ada upaya menyingkirkannya dari pusaran politik. Kokoh pijakan, tekad kuat dan kemauan yang keras, sepadan dengan namanya, Kukuh Sri Widodo. 

Ya, sebagai politikus, Kukuh terbukti kokoh. Ia anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Bogor dua periode. Pada pencalonan keduanya tahun 2014, sebagai inkumben, Ketua Komisi I ini tidak mendapat perlakuan khusus dari partai. Nomor urutnya justru berada di bawah calon baru.

Sebagai “orang lama” yang ikut membesarkan partai besutan Prabowo Subianto dan sukses merebut kursi DPRD didebut pertamanya tahun 2009, tak lazim nomor urutnya ada di bawah calon baru. Walau tetap meraih suara terbanyak dan terpilih lagi, Kukuh merasa tersisihkan karena prilaku kader penjilat di pusaran kekuasaan.

“Itulah kenapa status WA (WhatsApps) saya enggak pernah berubah. Meritokrasi tersisih oleh Jilatokrasi. Penilaian bukan karena kemampuan dan prestasi, tapi karena kemampuan menjilat dengan kekuatan uang yang besar,” ungkap Kukuh dalam obrolan santai di kediamannya, Sentul, Babakan Madang, pekan lalu.

Namun begitu, penghobi motor trail ini mengaku tak patah arang. Malah, berusaha membuktikan kemampuan dan pengabdian kepada partai, yang juga telah membesarkan dirinya. Kukuh mengaku tak kecewa ketika kursi empuk Wakil Ketua DPRD pengganti Iwan Setiawan, Ketua Gerindra Kabupaten Bogor yang menjadi wakil Bupati Bogor diberikan kepada anggota fraksi yang relatif masih junior dan baru periode pertama menjabat.

“Itu keputusan partai yang harus  ditaati dan saya fatsun. Begitu pun saat Pemilu 2014 diberi nomor bawah, saya tetap bekerja sebaik-baiknya. Alhamdulillah Pemilu 2019 saya nomor  urut 1 dan dipercaya jadi Ketua Komisi I,” ungkap Caleg Gerindra Dapil 1 Kabupaten Bogor itu.

Baca Juga :  Gapensi Jabar Evaluasi Kinerja 2017

Untuk pencalonan ketiganya menjadi anggota dewan, Kukuh optimistis Dapil 1 bisa menambah jumlah kursi dari satu menjadi dua utusan Gerindra di DPRD Kabupaten Bogor. Faktor Pilpres dan Pilgub 2018, menurutnya, bakal ikut mempengaruhi perolehan suara Gerindra di Kabupaten Bogor. “Insya Allah suara naik. Dapil 1 bisa dua kursi.”

Baca Juga :  Dian Qurrota Terpesona Gagasan Prabowo

 

ARIE SURBAKTI | AS

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here