- Advertisement -
Advertising
Beranda DALIL Mantan Istri dan Istri Keempat Pilot Berseteru di Jalur Hukum

Mantan Istri dan Istri Keempat Pilot Berseteru di Jalur Hukum

CIBINONG – Dua perempuan berseteru secara hukum. Mereka adalah mantan istri dan istri keempat seorang pilot pesawat senior maskapai penerbangan nasional berinisial EPS.

Perseteruan antara mereka bagai sinetron. Selain saling menggugat ke pengadilan, laporan ke Kepolisian sudah berulang kali dilakukan. Konflik diantara mereka berawal dari perceraian EPS dengan istri kedua dan ketiganya.

Perseteruan yang teranyar adalah gugatan bantahan atas permohonan eksekusi jaminan hak anak di Pengadilan Agama Cibinong, Kabupaten Bogor. Gugatan tersebut diajukan oleh Tina Widiawati, wanita keempat yang dinikahi EPS atau istrinya saat ini.

Menurut Tina, persidangan di PA Cibinong merupakan gugatan bantahan atas permohonan eksekusi atas rumah yang kini dihuni dirinya dan EPS. Permohonan eksekusi terkait dengan perkara gugatan hak tanggungan anak yang dilayangkan Agung Dewi Wulansari kepada EPS di PA Cibinong.

Dewi mantan istri kedua atau ibu dari dua anak kandung EPS, yakni Galih dan Andrea. Dia menuntut hak tanggungan nafkah anak sepanjang tahun 2002-2013. Hak nafkah anak itu, sesuai kesepakatan dan putusan pengadilan senilai Rp 6 juta perbulan. Dewi menyatakan, selama 11 tahun belum dipenuhi atau sekitar Rp 800 juta lebih.

“Saya hanya menuntut hak anak yang belum dipenuhi EPS. Yang dituntut itu ayah kandung dari dua anak saya (EPS), bukan Tina. Jadi tidak ada kaitannya sama dia,” kata Dewi kepada Polbo usai mengikuti sidang di Pengadilan Agama Cibinong, Selasa 13 Maret 2018.

Dewi mengatakan, hanya menuntut hak nafkah anak bukan perkara harta gonogini. Tuntutan tersebut menyangkut semua kebutuhan atau hak anak yang merupakan darah daging dari EPS.

“Yang sudah dibayarkan itu sejak tahun 2013 sampai sekarang. Jadi saya enggak menuntut yang sudah, tapi yang belum,” tegas Dewi.

Kenapa ada permohonan eksekusi rumah yang saat ini ditempati EPS dan Tina ? Menurut Dewi, itu sebagai jaminan untuk memenuhi kewajiban EPS yang belum dibayarkan. “Kalau dipenuhi kewajibannya yang 11 tahun itu, ya sudah selesai,” tandas Dewi.

Walaupun, lanjut Dewi, hak anak itu bukan hanya pemenuhan materi, namun juga hak mendapat kasih sayang, hak mendapat perhatian dan hak bertemu. “Tapi sampai sekarang anak saya tidak bisa ketemu bapaknya,” ungkap dia.

Sebaliknya Tina Widiawati, istri sah EPS saat ini, keberatan dan menolak eksekusi rumah yang kini dihuninya bersama EPS. Sebab, rumah miliknya tersebut tidak terkait dengan harta gonogini atau menjadi pengganti jaminan kewajiban EPS terhadap pemenuhan hak nafkah dua anak suaminya dari pernikahan dengan Dewi.

Baca Juga :  Tiga Siswa Terdakwa Tarung Ala Gladiator Divonis Penjara

Untuk itu, Tina sangat gigih meladeni dugaan permainan hukum dalam masalah harta suaminya. Salah satu upaya yang dilakukannya dengan melayangkan gugatan bantahan dengan Terbantah I adalah Dewi dan Terbantah II mantan istri ketiga EPS.

“Loh kok sekarang malah justru menuntut lagi ke Pak Eko ? Lagipula gaji Pak Eko sudah setiap bulan sampai hari ini terus dipotong untuk menafkahi Galih dan Andrea,” jelas Tina.

Dia mengaku heran, kasus nafkah anak kini digugat lagi di PA Cibinong. Padahal sebenarnya perkara tersebut sebelumnya sudah pernah diputus di PA Tangerang.

Baca Juga :  Andi : Kudeta PD Ala Orde Baru Di Kekuasaan

“Penetapan pertama di Tangerang, putusan sudah dijalankan. Kini muncul lagi penetapan kedua di PA Cibinong perkara bantahan,” tegasnya.

Lantas bagaimana awal perseteruan mantan istri dan istri termuda pilot senior di maskapai ternama di Indonesia itu ? Menurut Tina, semua bermula dari pokok perkara tentang harta gonogini di Pengadilan Negeri Depok. Perkara tersebut tinggal menunggu putusan dari Mahkamah Agung dengan register 1553 K/PDT/2017.

Perkara harta bersama ini, di tingkat pengadilan negeri dan pengadilan tinggi telah dimenangkan EPS melawan mantan istri ketiganya.

Dalam perkara tersebut, EPS memenangkan gugatan atas harta gonogini bernilai miliaran rupiah. Sang pilot menuntut agar uang hasil penjualan rumah di Serpong Kota Tangerang Selatan dibagi dua.

Tina menceritakan,  EPS bercerai karena gugatan  istri ketiganya. Secara hukum agama, kata dia, wanita yang meminta cerai tidak mendapat pembagian harta warisan.

“Tapi kalau disepakati, pembagian harta dapat dibagi dua antara suami-istri,” ujarnya.

Sebelum menikah dengan Tina, EPS sudah pernah menikah tiga kali. Dari istri pertamanya, pilot senior ini tak dikaruniai anak. Dari pernikahan keduanya dengan Dewi, EPS dikaruniai dua orang anak, yang laki-laki bernama Galih dan perempuan Andrea.

Adapun dari perkawinan ketiganya, EPS juga tidak mendapatkan anak. Setelah tujuh tahun rumah tangga, juga berujung perceraian. Akhirnya, EPS menambatkan hatinya kepada Tina, perempuan keempat yang dinikahinya. Tina mantan karyawan Bank of America yang 16 tahun tinggal di Negeri Paman Sam.

 

HERRY SETIAWAN

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...