- Advertisement -
Advertising
Beranda BERITA UTAMA Maruarar Sirait Kritik Paket Kebijakan Ekonomi : Menko Perekonomian Mundur dari 54...

Maruarar Sirait Kritik Paket Kebijakan Ekonomi : Menko Perekonomian Mundur dari 54 Jadi 25

JAKARTA-Interupsi politikus PDI Perjuangan, Maruarar Sirait mendapat sambutan sangat luar biasa hampir semua peserta Sidang Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu 21 Nopember 2018.
Suara tepuk tangan semua peserta rapat bergemuruh di Gedung Nusantara II seusai Maruarar menyampaikan pandangannya terkait paket Kebijakan Ekomomi jilid 16.
Ara, panggilan Maruarar Sirait, merasa turut bertanggung jawab secara moral kepada masyarakat. “Karena menjadi polemik di  ruang publik,” ucapnya.
Anggota Komisi XI ini menyatakan, tetap harus objektif walau dirinya Anggota DPR Fraksi PDIP, yang notabene sebagai partai penyokong Jokowi.
Menerut dia, interupsi yang dilakukan terkait keluarnya kebijakan itu bukan berarti anti asing.
“Tapi kalau ada hal-hal yang sangat sederhana, seperti umbi-umbian, warnet, saya pikir UKM-UKM kita sangat mampu menjalankannya,” ujat Ara.
Ia menegaskan, sebagai anggota DPR tentu bakal lebih mengutamakan kepentingan rakyat.
Semula, Paket Kebijakan Ekonomi itu memuat 54 jenis industri dalam Daftar Negatif Investasi (DNI), yang kemudian oleh Menteri Perekonomin Darmin Nasution dsebutkan turun menjadi 25 jenis.
“Karena kebijakan ini merugikan kepentingan rakyat,” tegas Ara, yang juga calon legislatif Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar III, Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur.
Ara berharap  Presiden Jokowi mempertimbangkan kembali kebijakan ekonomi tersebut. Sebab, selama ini langkah Jokowi  di bidang UKM sudah sangat baik. Kebijakan Jokowi kepada UKM, dinilai sudah sangat bagus.
“Dia menurunkan pajak dari 1 persen menjadi 0,5 persen. Kemudian memberikan kredit tanpa jaminan dari Rp 5 juta sampai Rp 25 juta yang terus dilanjutkan,” Ara menjelaskan dalam interupsi selama kurang lebih 3 menit.
Menurut  Ara, bentuk sikap keberpihakan antara pemerintah dengan DPR terhadap UKM adalah ketika merumuskan bersama RUU Kewirausahaan.
“Banyak hal-hal yang positif sepeti UU Kewirausahaan yang akan disahkan dan digolkan oleh pemerintah dan DPR, yang memungkinkan melahirkan pengusaha-pengusaha baru,” ujar dia.
ARIE SURBAKTI | AS
Baca Juga :  Rizky Wakil Ketua DPRD : Sudah Tradisi Nyawer Duit
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here