- Advertisement -
Advertising
Beranda ROMANSA Masuk Objek Wisata Kabupaten Bogor Selalu Ada Tarif Ganda, Kenapa?

Masuk Objek Wisata Kabupaten Bogor Selalu Ada Tarif Ganda, Kenapa?

WISATA alam berudara sejuk dengan pemandangan indah merupakan salah satu daya pikat Kabupaten Bogor.  Kawasan Puncak adalah primadonanya. Tidak hanya dikenal wisatawan domestik, Puncak yang berada di Kecamatan Megamendung dan Cisarua ini tersohor  sampai Timur Tengah.

Nah, mari  bergeser ke bagian barat  Tegar Beriman, ada banyak tempat wisata keluarga yang tak kalah keren panorama maupun udaranya. Salah satu tempat wisata yang cukup tenar bagi para pelancong asal Jakarta dan daerah lainnya adalah Air Terjun Curug Nangka di Kecamatan Tamansari, berbatasan dengan Kecamatan Tenjolaya.  Lokasi curug berada kaki Gunung Salak.  Aliran sungai mengalir dari curug pertama  dinamakan Curug Kawung.

Curug Nangka saban akhir pekan atau hari libur  ramai kunjungi wisatawan domestik bahkan mancanegara. Selain bisa menikmati keindahan curug dan sejuknya udara, kawasan Curug Nangka biasa jadi tempat kemping. “Kalau liburan bersama keluarga bisa menyewa tenda untuk Camp Family,” ungkap Odoy, 38 tahun, warga setempat yang berjualan di kawasan tersebut saat mengobrol dengan Polbo. Senin 1 Januari 2018.

Kawasan Wisata Curug Nangka layak dikunjungi untuk menghilangkan penat atau merefresh diri dalam balutan panorama nan elok serta segarnya udara pegunungan. Hanya sayang, ramainya masyarakat berkunjung kerap menjadi ajang manfaat para oknum tertentu, termasuk petugas. Wisatawan yang semula ingin bertamsya hemat, justru terpaksa merogoh kocek lebih dalam.

Ya, para wisatawan akan menemui sejumlah pos tiket masuk.  Pos pertama pengunjung harus membayar Rp 15.000 perorang. Karcis berstempel desa yang disebutkan pungutan tersebut untuk kebutuhan sarana, prasarana dan asuransi pengunjung.  Tak jauh dari pos pertama, ada loket kedua. Kali ini yang memungut tarif masuk petugas Taman Nasional. Jangan kaget, karena karcis tanpa nilai tarif dibanderol Rp 32.500.

Baca Juga :  Aktivis Ini Jadi Terdakwa Kasus Tanah, Istri Tuntut Keadilan

Masih ada lagi biaya yang harus dibayar pengunjung, kendaraan roda dua akan diarahkan juru parkir  masuk lokasi penitipan dengan Rp 5.000 permotor Total duit yang harus dikeluarkan di Curug Nangka adalah Rp 52.500 perorang, kalau tidak membawa motor maka Rp 47.500 perorang.

“Itu kedua-duanya pos resmi. Bukan pos liar. Pos Satu yang kelola pihak pemerintah desa dan pos kedua Taman Nasional.  Parkir memang sama warga sini yang pegangnya,” jelas Andri, petugas setempat.

Curug Nangka Bogor

Menurut keterangan warga, objek wisata Curug Nangka masuk dalam kawasan Taman Nasional. Namun, pemerintah desa meminta bagian dari kekayaan alam yang ada di wilayahnya tersebut. Walhasil, beban tarif menjadi resiko pengunjung. Kondisi serupa terjadi di sejumlah kawasan wisata, selalu ada oknum yang memanfaatkan. Misalnya ke daerah Gunung Salak Endah (GSE) di Gunung Bunder atau Wisata Alam Pabangbon. Banyak  pos pungutan yang harus dibayar pengunjung.

Baca Juga :  Polisi: Warga Bisa Ambil Kendaraan Yang Hilang di Polres Bogor, Tidak Dipungut Biaya!

Pemerintah Kabupaten Bogor baiknya menata ulang objek-objek wisata rakyat tersebut. Status pengelolaan harus diperjelas. Kasihan wisatawan karena tidak semuanya orang berduit. Apalagi, ada Badan Usaha Milik Daerah Sayaga Wisata, yang konon buat mengelola kawasan wisata yang ada di tatar Tegar Beriman.

“Harusnya satu pengelolaan tapi hasilnya tentu dibagi kepada pihak terkait, baik taman nasional, perhutani atau warga setempat.  Kecuali memang yang milik swasta murni, pemerintah hanya dari sisi regulasi saja,” ungkap Firmasyah, 21 tahun, mahasiswa Unida Bogor pengunjung Curug Nangka. Ia mengaku mengalami hal yang sama saat wisata ke Pabangbon dan Curug Bidadari Babakan Madang.

 

 

M.A MURTADHO | AS

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here