- Advertisement -
Advertising
Beranda RANAH Mulai Tahun 2018, PDAM Tirta Pakuan Mencicil Utang Bank Dunia

Mulai Tahun 2018, PDAM Tirta Pakuan Mencicil Utang Bank Dunia

 

Walikota Bogor Bima Arya bersama jajaran
direksi PDAM Tirta Pakuan saat meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng.

BOGOR – Memasuki tahun 2018, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mulai ditagih untuk mengembalikan pinjaman Bank Dunia. Per tahun, perusahan plat merah Kota Bogor harus mengembalikan Rp7,5 miliar dari total pinjaman Rp85 miliar.

“Pinjaman dari Bank Dunia tersebut merupakan pinjaman yang tertuang di Program Urban Water Supply and Sanitation Project (UWSSP). Sesuai perjanjian pengembalian dilakukan mulai tahun 2018,” jelas Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Deni Surya Senjaya, Jumat 13 Oktober 2017.

Utang pinjaman lainnya pun masih dalam tempo pengembalian PDAM Tirta Pakuan. Yakni pinjaman dari Asian Development Bank sebesar Rp90 miliar. “Itu pinjaman pada tahun 1975 dan akan lunas diakhir tahun 2018” papar Deni.

Untuk itu, lanjut Deni, tahun depan pihaknya perlu memperketat pengeluaran anggaran PDAM. Ia lanjut menjelaskan, bahwa proyek utang bank dunia untuk membiayai pembangunan WTP Dekeng dua, filter, penggantian pipa, pemasangan WTP Cikeureuteg dan penambahan jaringan baru. “Pengganti pipa dana world bank sudah dilakukan 35 Km dari panjang pipa 140 Km”.

 

Meski sudah ada pinjaman, PDAM diluar anggran rutin masih perlu bantuan APBD melalui dana PMP Rp98 miliar, bantuan APBD provinsi Rp8 miliar dan bantuan APBN Rp65 miliar untuk pembiayaan penggatian pipa sepanjang 130 Km.

 

“Kebutuhan untuk penyempurnaan air bersih di PDAM meliputi penambahan cakupan pelanggan sampai 100 persen dan pelayanan 24 jam diperkirakan mencapai Rp124 miliar,” tambah Deni.

 

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sendiri mematok target pendapatan tahun 2017 diangka Rp230 miliar. Sementara dari jumlah laba akan disetorkan ke kas daerah Pemerintah Kota Bogor  diperkirakan Rp25 miliar.

 

“Kita berani pinjaman ke world bank karena sudah dikaji secara bisnis plan, PDAM mampu, hanya ada syarat sebenarnya tarif harus sudah naik maksimum 25 persen. Sedangkan dari tahun 2012 kita belum pernah menaikan tarif rata-rata Rp4.200,” tandasnya.

Baca Juga :  Pasca Banjir Ditutup Pabrik Air Mineral Kembali Beroperasi
Baca Juga :  Pemkot Bogor Teken MoU Proyek Interchange Katulampa

 

HARIS ALBASITH | DP

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here