- Advertisement -
Advertising
Beranda BERITA UTAMA Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  –  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9 juta ton, telah mencatat neraca keuangan yang kuat tanpa hutang pada bank.

Neraca keuangan yang tangguh tersebut, tercatat setelah pembayaran dividen (tahun 2019) sebesar Rp1.841 miliar atau Rp500/saham yang diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, pada Juli 2020 dan dividen interim (tahun 2020) sebesar Rp828 miliar atau Rp225/saham, yang diputuskan pada November 2020.

Dalam keterangan pers nya di kantor pusatnya di Jakarta, kemarin, perseroan telah membukukan posisi kas bersih dengan kas dan setara kas menjadi Rp7,7 triliun. Kuatnya arus kas dihasilkan dari kinerja operasi dan upaya manajemen yang berkelanjutan, untuk meningkatkan modal kerja adalah kunci untuk menjaga neraca keuangan perusahaan yang tangguh.

Dikatakan, Antonius Marcos, Direktur dan Corporate Secretary, dengan posisi neraca yang kuat-tanpa hutang pada bank itu, Indocement siap menghadapi tantangan situasi ekonomi pada masa pandemi, yang masih berjalan termasuk kondisi kelebihan pasokan kapasitas industri semen dan siap berpartisipasi apabila ada opsi konsolidasi industri semen di masa mendatang.

Pemulihan ke depan yang lebih kuat dari tahun 2020, tentunya akan memberikan tantangan yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Diketahui, sejak awal tahun, industri semen dilanda dengan lebatnya musim hujan, sekitar dua bulan kemudian disusul oleh dampak pandemi Covid-19. Keseluruhan pertumbuhan ekonomi termasuk industri semen berada pada titik terendah selama Triwulan ke-2 saat awal pandemi dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang ketat.

Kemudian, pemulihan mulai terjadi secara gradual di paruh kedua tahun 2020, walau relatif lambat akibat kasus baru Covid-19 harian yang masih meningkat, seiring dengan berjalannya pembatasan mobilitas.

Pada awal 2021, industri semen masih tertekan karena siklus tahunan musim hujan, termasuk meningkatnya kasus baru pasca libur akhir tahun, namun dengan cuaca yang lebih kering dan kecenderungan penurunan kasus baru harian belakangan ini, termasuk proses vaksinasi yang sudah mulai berjalan sejak Januari, industri semen sudah mulai menunjukkan peningkatan permintaan semen, yang pada Februari lalu, telah bertumbuh positif +1% YoY untuk pertama kalinya sejak Pandemi.

Perusahaan yakin, dengan adanya beberapa kebijakan pemerintah seperti pembentukan sovereign wealth funds (SWF), kebijakan kredit kepemilikan rumah (KPR) dengan bunga rendah, dan PPN 0% untuk kepemilikan rumah jenis tertentu, yang pastinya merupakan katalis positif bagi industri semen, yang diperkirakan pertumbuhan konsumsi semen, juga akan lebih kuat terutama pada semester ke-2 tahun ini.

Baca Juga :  Resmi Jaro Ade-Arif Abdi, PKS Gagal Ajak PAN Koalisi

Khusus untuk semen curah juga akan membaik, dengan dimulainya beberapa proyek besar baik infrastruktur, pembangunan pabrik-pabrik baru, proyek smelting dan pembangunan kawasan industri dan pariwisata baru serta proyek-proyek perumahan dari berbagai developer.

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, berhasil membukukan volume keseluruhan penjualan domestik (semen dan klinker) sebesar 16,926 juta ton pada tahun 2020 atau lebih rendah 1,9 juta ton atau -10,1% dari tahun 2019.

Volume domestik hanya untuk semen tercatat di angka 16,218 juta ton atau lebih rendah 1,63 juta ton atau sebesar -9,1%, namun, ini lebih baik dari penurunan permintaan semen domestik nasional sebesar -10,4% sehingga pangsa pasar perusahaan, dapat meningkat dari 25,5% di tahun 2019 menjadi 25,8% di tahun 2020.

Baca Juga :  Angin Puyuh Hanya di Seputar Istana Batu Tulis dan Makam Keramat Mbah Dalem, Ini Penjelasannya

Pangsa pasar Indocement di Jawa dan luar Jawa mengalami pertumbuhan dari tahun lalu, dimana untuk Jawa meningkat +70 bps dari 34,1% menjadi 34,8% dan luar Jawa meningkat +80 bps dari 14,5% menjadi 15,3%. Pendapatan Neto Perusahaan menurun -11,0% menjadi Rp14.184,3 miliar vs. tahun 2019 sebesar Rp15.939,3 miliar yang disebabkan oleh kombinasi dari volume lebih rendah dan harga jual rata-rata campuran (konsolidasi) yang lebih rendah juga; walaupun harga jual semen rata-rata domestik sebenarnya dapat dipertahankan naik tipis sebesar 1% dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, beban pokok pendapatan pada tahun 2020 turun 13,1% dari Rp10.439,0 miliar menjadi Rp9.070,8 miliar, sebagai dampak dari penurunan volume penjualan dan keseluruhan harga batu bara yang lebih rendah di tahun 2020.

Begitu juga, termasuk upaya penghematan yang berkelanjutan atas biaya produksi terutama biaya energi seperti peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif (tahun 2019 sebesar 7,4% VS tahun 2020 sebesar 9,3%) dan batubara dengan nilai kalori rendah (tahun 2019 sebesar 69% VS tahun 2020 sebesar 80%) serta penerapan kebijakan hanya menjalankan kiln-kiln yang paling efisien.

Hasilnya, Marjin Laba Bruto meningkat +1,6% menjadi 36,1% pada tahun 2020 VS tahun lalu sebesar 34,5% walaupun terjadi penurunan nilai rupiah sebesar -7,0% dari Rp5.500,3 miliar menjadi Rp5.113,6. Marjin EBITDA meningkat signifikan +3,5% dari 19,6% menjadi 23,1% dan Marjin Laba Usaha meningkat +1,2% dari 12,0% menjadi 13,2% pada tahun 2020.

Tim PolBo / Jacky Wijaya

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here