- Advertisement -
Advertising
Beranda IMPRESI Pemilu Langsung, Manfaat dan Mudharatnya

Pemilu Langsung, Manfaat dan Mudharatnya

ADA pola yang unik dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak ini. Yakni pasangan yang secara perkawanan sudah akrab bahkan mesra, tetapi partainya masing masing tidak merestui.

Bisa dibayangkan, bagi yang terlibat langsung, _bete_ fisik, mental maupun finansial tidak bisa terelakkan lagi. Bahkan saya yang tidak ancang ancang turut pilkada di daerah saya, detik detik terakhir pendaftaran pun, masih terkena tawaran. Bila memiliki “gizi” cukup, maka besok atau lusanya digadang ke Komisi Pemilihan Umum Daerah juga.

Ya, itulah konsekuensi dengan Pilkada Langsung (Pilsung) ini, kedaulatan kontestan sangat lemah. Ditambah kini mulai gaduh, adanya pihak pihak yang merasa terzhalimi, gagal terdaftar sebagai kontestan hanya hitungan jam karena salah satu partai politik (parpol) penggenap kursi pencalonannya mendadak balik kanan batal mendukung.

Simak juga : SARA, Si Sexy yang Melenakan Demokrasi

Secara subtansi, pilsung ini ditengarai merupakan revisi atas demokrasi perwakilan, yang selama 30 tahun, tertuduh hanya menjadi pelegitimasi masa presiden 5 tahunan secara berturut hingga tahun 1998.

Niat suci agar bangsa ini lepas dari belenggu pengekangan & pembungkaman, akhirnya pilsung pun menjadi pilihan. Memang secara kejiwaan, rakyat yang menjadi konstituen dengan pilsung ini, menjadi lebih ekpresif. Hanya saja, kedua fenomena politik tadi baik kontestan yang tidak “bergizi” maupun parpol yang dengan mudahnya tarik dukungan, tidak bisa ditepis  -sesantun apapun- semua itu karena kurangnya “sewa perahu”.

Simak juga : Politik Itu Ghaib

Memang disini para politisi baik legislatif maupun eksekutif seharusnya merenungkan kembali, antara kembali lagi ke “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan perwakilan” alias Pemilihan Umum perwakilan atau tetap _keukeuh_  mempertahankan pilsung meskipun kenyataanya seperti sekarang ini.

Baca Juga :  Kekerasaan Alat Negara yang Dilindungi Negara

Dalam bahasa sederhananya, Pilsung membuat rakyat menentukan langsung  pemimpinnya, namun sudah rahasia umum, pilsung berbanding lurus dengan biaya tinggi. Sedangkan disisi lain, pemilu perwakilan relatif jauh lebih hemat namun rawan hadirnya kembali kediktatoran.

Simak juga : Ade, Bagiku Kau Sudah Menang

Yang memiriskan lagi, dalam view ekonomi pembangunan, Pilsung, disamping demokrasi berbiaya tinggi, juga memiliki ancaman serius bagi kelanjutan kerukunan kebangsaan kita. Inilah biaya sosialnya, berupa kian  menguatnya ikatan kesukuan, agama, ras dan antar golongan di atas Ikatan kebangsaan,   serta ditambah lagi _black campaign_ yang mengoyak silaturahmi secara horisontal antar pendukung kontestan.

Semua ini terang benderang kontraproduktif dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang divisikan para pendiri bangsa, meminjam definisi Prof Emil Salim, adalah pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan memperhatikan batasan-batasan agar tidak mengancam kehidupan dimasa mendatang.

Baca Juga :  Hati-hati Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Bengkulu Triwulan II-2017 Melambat

Jelaslah, biaya sosial pilsung ini lebih krusial ketimbang biaya tingginya, selain nilai nilai Pancasila & kehidupan Kebangsaan dimasa datang yang dipertaruhkan, juga membuat pembangunan berkelanjutan dari aspek pembangunan mental masyarakat mengalami distorsi. Wajar jika kini ibu Pertiwi sedang bersusah hati.

 

 

 

Penulis adalah :

Ekonom Iluni UI, Praktisi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pengamat Pendidikan Universitas Pakuan.

Kepala Litbang Purna Paskibraka Indonesia Pusat, KB FKPPI, Trainer Nasional NDP HMI. Sekjen DPP Parfi.

Visi Merah Putih Founder.

 

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here