- Advertisement -
Advertising
Beranda BERITA UTAMA Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  –  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat pemerintah kota (Pemkot) Bogor, mengambil paksa pengelolaannya. Eksekusi pengambilan paksa tersebut dilakukan oleh Pemkot Bogor bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), bahkan dengan mengikut-sertakan Korem 061 Surya Kencana, pada Senin 22 Maret 2021, petang.

Kepada wartawan, usai melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di pasar tersebut, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim didampingi seluruh unsur pimpinan daerah, Komisi 1 DPRD, Polresta, Kodim, Kejaksaan, Pengadilan dan Korem 061, menjelaskan, bahwa langkah pengambilan paksa pengelolaan ini, dilakukan guna mentaati putusan hukum serta membela kepentingan para pedagang, yang berjualan disana.

“Kami sudah memfasilitasi beberapa kali, agar pengelolaan pasar induk ini, segera diserahkan kepada pemkot, namun pihak pengelola (PT Galvindo) masih saja mengulur-ngulur waktu, sehingga hal pengambilan paksa ini, terpaksa dilakukan,” ujar Wakil Wali Kota, Dedie.

Seperti diketahui, sesuai Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014, tentang Administrasi Pemerintahan, kehadiran UU tersebut dimaksudkan untuk menciptakan tertib penyelenggaraan administrasi pemerintahan, menciptakan kepastian hukum.

Selain itu, UU 30/2014 itu dimaksudkan, guna mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang, menjamin akuntabilitas badan dan/atau pejabat pemerintahan, memberikan perlindungan hukum kepada warga masyarakat dan aparatur pemerintahan, serta melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan termasuk menerapkan azas-azas umum pemerintahan yang baik (AUPB), dan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada warga masyarakat.

Hal pengambilan paksa tersebut juga disetujui Komisi 1 DPRD Kota Bogor, melalui anggotanya Heri Cahyono didampingi Rizal Utami dan lainnya. Menurut mereka, sudah sewajarnya pemkot mengambil alih pengelolaan pasar induk tersebut, dengan catatan tidak melanggar hukum.

“Kami menyarankan agar dicarikan fatwa penyitaan aset ini. Operasionalnya harus diserahkan. Pemerintah punya otoritas dan kebijakan untuk itu, dan tidak bisa diatur oleh pihak swasta,” ujarnya.

Baca Juga :  Dewan Pers Mengecam Akhirnya Pemred Banjarhits Bebas

Sementara itu, dari sisi hukum, seperti dijelaskan Kabag Hukum Pemkot Bogor, Alma Wiranta, sesuai, putusan Pengadilan Tinggi Jawa Barat, Nomor 320/PDT/2020/PT BDG tertanggal 27 Juli 2020, ditentukan bahwa hak pengelolaan Pasar TU sudah menjadi hak Pemerintah Kota Bogor, dan harus segera diserahkan oleh pihak pengelola, PT Galvindo.

Baca Juga :  Gerindra Bertarung di Pilkada Bogor, Bensin dan Mesin Siap 100 Persen

“Dengan upaya yang dilakukan Forkopimda ini, kami akan menindak-lanjuti administrasinya. Nantinya, tinggal menunggu keputusan Wali kota Bogor, untuk pengelolaan selanjutnya, tanpa mengorbankan para pedagang dan masyarakat pelaku di pasar ini, seperti tenaga bongkar muat, serta lainnya,” ujar Alma.

Tim PolBo / Jacky.W

 

 

 

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here