- Advertisement -
Advertising
Beranda BERITA UTAMA Pengacara Korban Pengrusakan Mobil Segera Gugat Cakades Klapanunggal

Pengacara Korban Pengrusakan Mobil Segera Gugat Cakades Klapanunggal

BOGOR – Persoalan Hukum yang menimpa keluarga besar Almmarhum DR. H. TB. Munir Sasmita, mulai terang benderang. Pasalnya kasus yang menimpa anak pertamanya GS yang saat ini menghadapi tuduhan pidana perbuatan tidak menyenangkan sebagaimana laporan yang diajukan oleh AES di Polres Cibinong, mengandung dugaan rekayasa dari semua alur cerita yang disampaikan oleh AES selaku pelapor dalam laporannya No. LP / B 486 / X / 2020 / JBR / RES . BOGOR tanggal 05 Oktober 2020.

GS diduga melaukan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan sebagaimana Pasal 335 KUHP dan dugaan membawa sajam sebagaimana UU darurat NO. 12 Tahun 1951. Perlu diketahui bahwa, GS ini melakukan perbuatan dimaksud karena memiliki alasan jelas, yang dimana sebelum adanya peristiwa itu GS mendapatkan video orasi politik AES didalam kampanye nya yang berisikan tentang dugaan penghinaan dan atau penyerangan nama baik terhadap ayah kandungnya yang telah almarhum yakni Alm. DR. H. TB. Munir Sasmita.

Adapun dugaan penghinaannya adalah “terkait gelar TB yang berarti Tubagus diplesetkan menjadi penyakit TBC (tuberculosis), serta gelar Doktor Honoris Causa yang didapatkan oleh Alm. DR. Tb. Munir Sasmita dikatakan “Darimana gelar DR (HC) nya itu?”.

Video yang berdurasi 54 detik itulah yang membuat GS mendatangi kediaman AES untuk mengklarifikasi tentang pernyataannya dihadapan masanya pada tanggal 05 Oktober 2020, dan supaya dalam kampanyenya tidak harus membawa-bawa dan bahkan harus sampai menjelekan keluarganya, karena hal itu bukan merupakan kegiatan subtantif dalam proses pencalonan untuk menjadi seorang kepala desa.

Akan tetapi GS yang pada saat itu datang seorang diri malah di hadang oleh para pendukung AES yang menggunakan seragam serba hitam, sebelum adanya klarifikasi. GS lebih dulu dikerumuni oleh pendukung AES yang kemudian melakukan dugaan pengeroyokan. Selain dugaan pengeroyokan kepada GS, kendaraan milik GS pun ikut menjadi sasaran pengrusakan sehingga menyebabkan kendaraan tersebut tidak dapat dipakai lagi, dan saat inipun kendaraan tersebut masih berada di kepolisian sektor Klapanunggal.

Kuasa Hukum keluarga besar Almarhum DR. H. TB. Munir Sasmita, Rd. Anggi Triana Ismail menyatakan, bahwa apa yang dialami keluarga besar Klien kami begitu jelas adanya dugaan perbuatan delik yang mesti ditindak oleh aparat penegak hukum (APH). Persoalannya hari ini, publik telah luput oleh keterangan AES yang berdongeng disiang hari bolong, cerita yang sangat jauh dari fakta dan bukti-bukti materil.

 

“Justru perbuatan AES yang telah menyerang terlebih dahulu kepada keluarga besar Klien kami, sehingga menyebabkan peristiwa hukum ini terjadi dan bahkan sudah menjadi konsumsi publik. Yang pada kenyataannya publik telah tertipu jelas atas sebuah pernyataannya, cerita yang di potong-potong dan over subjektif. Terlepas dari konstalasi maupun kompetitif pemilihan kepala desa klapanunggal yang saat ini berlangsung, perbuatan AES jelas telah merugikan Klien kami baik moril, materil maupun immateril,” ungkap Anggi saat ditemui awak media, pada Selasa (24/11/2020).

Baca Juga :  Nungki-Bayu Bisa Jadi Kuda Hitam Pilbup Bogor 2018

Anggi menegaskan, klien kami berharap ada keadilan yang seadil-adilnya, Klien kami merasa dizolimi atas adanya pemberitaan yang diduga memutarbalikan fakta itu.

 

“Klien kami akan mengupayakan seluruh jalur hukum yang sah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di indonesia,” tegasnya.

Tentunya kami mengapresiasi langkah Klien kami ini, mengingat negara kita merupakan negara hukum, maka seyogyanya proses hukum harus ditempuh dengan khidmat. Selain itu, kami pun akan membongkar peristiwa hukum dengan terang benderang dan menyampaikan kepada publik tentang sebuah kebenaran sejati melalui fakta-fakta hukum diapangan.

“Kami sudah membuat Laporan Polisi sebagaimana No. LP / B / 584 / XI / 2020 / JBR / RES BGR tertanggal 23 November 2020 di Mapolres Bogor atas dugaan tindak pidana pengrusakan terhadap 1 unit mobil CRV Nopol F-7490 Tahun 2018 sebagaimana Pasal 170, Pasal 406 dan Pasal 55 KUH Pidana,” ungkap dia lagi.

Baca Juga :  Miris, Limbah Medis Dibuang di Area Permukiman Warga 

Tidak hanya itu, masih kata Anggi, kami akan melayangkan langkah hukum lain untuk melaporkan pengeroyokan GS. karena disaat kejadian GS langsung dikerumuni serta dipukuli sampai berdarah, diduga dilakukan oleh masanya AES berseragam hitam-hitam (baju kampanye) di kediamannya AES. Namun sayangnya pihak kepolisian tidak memberikan hak dasar GS untuk segera diperiksa atau diobati luka-lukanya (keterangan GS disaat pembesukan).
Mengingat daluarsa pidana (masa tenggang waktu bagi seseorang yang melakukan pelaporan atas peristiwa pidana) sangatlah panjang, masih terbuka lebar untuk GS melakukan Laporan terhadap para pelaku pengeroyokan, kita sedang persiapkan itu.

“Tidak sampai disitu, kamipun akan melakukan Laporan lanjutan atas adanya dugaan pidana penghinaan / pncemaran nama baik / menyerang kehormatan seseorang / pelanggaran terhadap UU ITE, yang diduga dilakukan oleh AES disaat berorasi politik atau kampanye nya. Selain laporan pun, kami akan menggugat AES berikut para pendukungnya atas seluruh peristiwa yang Klien kami alami diduga Perbuatan Melawan Hukum (onrechtmatige daad) sebagaimana Pasal 1365 KUH Perdata, kami akan menuntut ganti kerugian atas moril, materil maupun immateril ke Pengadilan Negeri setempat,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Anggi mengimbau kepada semua pihak agar kebiasaan buruk seperti ini harus segera dihentikan dan tidak boleh ditolerir didalam berpolitik, sehingga demokrasi kita bisa tampil baik dan sehat yang bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat indonesia. Dengan adanya langkah-langkah hukum ini yang merupakan bagian dari ketegasan untuk pemeran demokrat yang kurang sehat didalam berdemokrasi, bisa menjadi peringatan keras supaya ke depan tidak terjadi kembali peristiwa memalukan semacam ini dinegeri yang demokratis.

Tim Polbo

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here