- Advertisement -
Advertising
Beranda RANAH PKL Puncak Digusur, Asep Wahyu : Pemkab Bogor Kurang Cerdas ?

PKL Puncak Digusur, Asep Wahyu : Pemkab Bogor Kurang Cerdas ?

PUNCAK – Rencana Pemerintah Kabupaten Bogor menggusur ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang jalur Puncak, Bogor, menuai banyak kritikan. Anggota DPRD Jawa Barat Asep Wahyuwijaya  menilai, penertiban tersebut bukan keputusan yang kurang cerdas dan bukan solusi terbaik.

“Saya cuma ingin bertanya, ngerti enggak sih Pemkab Bogor dengan rencana penggusuran PKL Puncak ini?,” kata Kang AW panggilan akrab Asep Wahyuwijaya saat dihubungi politikabogor.com, Kamis 31 Agustus 2017.

Politisi Partai Demokrat (PD) yang berangkat dari Dapil Kabupaten Bogor ini mengaku gagal paham dengan kebijakan Pemkab Bogor tersebut. Sebab,  kelangsungan PKL dipandang strategis bagi perekonomian masyarakat kecil.

“Alangkah lebih bijaksananya jika potensi ekonomi strategis ini di akomodir. Idealnya PKL ini ditampung dalam perencanaan tata ruang,” Kang AW menegaskan. ” PKL juga membantu Kawasan Puncak sebagai destinasi wisata.”

Asep Wahyuwijaya

Menurut Kang AW, fenomena PKL merupakan hal lazim yang tumbuh di wilayah perkotaan dan kawasan pariwisata. Sejatinya, Pemkab Bogor mencari solusi tanpa mengorbankan hajat kehidupan  rakyat.

“Pemerintah daerah jangan main asal gusur saja. Jangan sampai kebijakan yang dikeluarkan dari pikiran sesat dan akhirnya tidak pro rakyat,”sindir pria berkumis itu.

Ketua Barisan Muda Bogor, Asep Saprudin, menilai Pemkab Bogor lebih memihak toko modern atau ritel dibanding PKL. Padahal, dari sisi regulasi banyak toko ritel yang tak mengantongi perizinan lengkap. Namun, toko modern dibiarkan beroperasi dan menggerus kelangsungan hidup pedagang konvensional.

“Lihat saja toko minimarket menjamur. Bahkan sampai pelosok desa Nah, kenapa PKL yang digusur ?,” Asep menyatakan. “Kasih solusi dulu. Jangan menyelesaikan masalah dengan masalah.”

ASEP RENDRA

Baca Juga :  Anggota Dewan Salurkan Peduli Kasih
- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here