- Advertisement -
Advertising
Beranda IMPRESI Politik Itu Gaib

Politik Itu Gaib

PEMILIHAN Bupati dan Wakil Bupati Bogor Tahun 2018 menjadi kontestasi terpanas di Jawa Barat. Persaingan tak cuma terjadi antarmesin partai politik, tapi juga antartokoh, yang maju di panggung politik lima tahunan ini.

Ada lima pasangan calon yang akan bertarung, yakni pasangan Ade Yasin-Iwan Setiawan. Keduanya diusung partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 16 kursi DPRD.

Baca juga : Gema Takbir Iringi Penetapan Iwan Setiawan Dampingi Ade Yasin

Kemudian pasangan Fitri Putra Nugraha-Bayu Sjahjohan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dengan 10 kursi DPRD. Pasangan ini terbentuk menjelang detik akhir pembukaan pendaftaran pasangan calon ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bogor.

Nungki adalah calon Bupati Bogor 2008 yang berpasangan dengan Endang Kosasih. Pasangan NuSae menjadi rival terkuat pasangan Rachmat Yasin-Karyawan Faturachman (Rahman). Kini Nungki putar halauan ke Hanura dan menggandeng Bayu yang mantan Anggota DPRD Kabupaten Bogor.

Baca juga : Poros PDIP, NasDem dan Hanura Duetkan Nungki-Bayu di Pilkada Bogor 2018

Selanjutnya pasangan Ade Ruhendi alias Jaro Ade-Ingrid Kansil yang diusung Partai Golkar, Demokrat, PAN, PKS, Nasdem, PKPI dan Partai Berkarya dengan 24 kursi DPRD. Poros politik ini paling gemuk. Sempat mengalami turbulensi di detik akhir jelang pendaftaran ke KPUD.

Koalisi gemuk yang digalang Jaro Ade sempat mengalami badai. Sahabat sejatinya, PAN sempat diseret-seret masuk poros lain yang ingin mengusung mantan calon bupati independen tahun 2008, Haji Maman Daning. Tampilnya Maman Daning sempat mengoyang poros Partai Gerindra yang mengusung Iwan Setiawan, walau akhirnya Gerindra tetap berlabuh ke poros politik Rachmat Yasin (baca : Ade Yasin).

Baca juga : Pilbup Bogor 2018, Duet Jaro Ade-Inggrid Kansil Sudah Final

Sementara itu ada dua pasangan jalur independen yang hampir pasti menjadi kontestan Pilbup Bogor 2018, pasangan Ade Wardhana Adinata-Asep Ruhiyat dan Gunawan Hasan-Ficky Rhoma Irama (FRI). Ade Wardhana adalah Ketua Partai Perindo Jawa Barat. Adapun Asep Ruhiyat mantan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor.

Ade Wardhana merupakan calon bupati termuda, usianya baru 34 tahun. Asep Ruhiyat satu-satunya birokrat yang lolos lobang jarum pencalonan. Manuver Asep berlabuh ke jalur independen sudah tepat. Ia sebelumnya mendaftar sebagai calon kepala daerah ke Partai Nasdem. Ta’aruf politik Ade dengan Asep terhitung mulus. Di luar hitungan banyak pihak, Ade dan Asep mengumumkan menjadi pasangan calon dengan tagline AA Bogor 2018.

Baca juga : Dua Paslon Independen Kantongi Tiket Daftar Pilbup Bogor 2018

Adapun tiga birokrat lain yang berikhtiar maju melalui Partai Demokrat, yakni Tb. Luthfie Syam (Kepala Dinas Pendidikan), Dace Supriyadi (Kepala Dinas Koperasi) dan Beben Suhendar (Camat Jonggol), harus merasakan pahitnya permainan politik. Demokrat justru mengusung calon yang tak pernah mendaftar penjaringan bakal calon di partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca Juga :  Modal 20 Kursi dan 4.179.411 Suara, Akankah Hasanah Menang Pilgub Jabar 2018?

Kecewa dan marah pasti dirasakan para bakal calon birokrat yang mendaftar di Partai Demokrat. Tapi kembali ke ruhnya politik, semua serba pasti, semua serba tidak pasti, yang mustahil menjadi mungkin,  yang tidak ada menjadi ada.

Baca juga : Demokrat Usung Inggrid Kansil, Calon Bupati Birokrat Berguguran, Benarkah?

Politik itu seperti gaib. Bisa dianalisa, bisa dilihat, tapi hasilnya suka mengejutkan, keputusannya aneh, di luar nalar. Jadi terima saja apapun realitasnya, karena ini politik. Jangan masuk ranah politik kalau tak siap. Pil pahit juga harus ditelan Haji Maman Daning, Alex Purnama Johan (PDIP), Mayor Apip (Gerindra) atau bakal calon lain yang tidak sempat menjadi calon.

PILBUP BOGOR 2008 JILID 2

Hal menarik lain, ini bisa benar juga bisa salah, Pilbup Bogor 2018 seperti pertarungan Pilbup Bogor 2008 Jilid 2. Ya, wajah lama kandidat Pilkada 2008 muncul lagi ; Nungki dan Maman Daning. Di balik layar, ada aroma pertarungan operator politik. Ya, Pilbup Bogor 2018 menjadi ajang pertarungan senior politisi di Bogor. Para senior ini jarang tampil, bahkan ada yang tak pernah muncul di permukaan, tapi mampu mengendalikan.

Baca Juga :  Mengapa Gatot Nurmantyo, Prabowo, dan Jokowi Penting untuk Indonesia?

Semua tahu, Ade Yasin itu adik kandung mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY). Jejaring politik dan kekuatan pendukung Ade Yasin-Iwan Setiawan adalah pendukung setia Rachmat Yasin. Gerakan politik Ade Yasin tak lepas dari rancangan strategi RY.

Baca juga : Berbondong-bondong ke Sukamiskin, Minta “Fatwa” Rachmat Yasin

Kemudian sosok Endang Kosasih tak lepas dari perjalanan politik pilkada 2018. Jauh-jauh hari, Endang Kosasih dengan gerbong PPP kubu Djan Faridz mendukung Jaro Ade. Hubungan Jaro dengan Endang sangat dekat, ketika Endang masih Ketua DPRD dn Jaro masih Kepala Desa. Ada aroma politik Endang Kosasih (EK) di balik layar tim pemenangan Jaro Ade.

Selanjutnya, sudah rahasia umum, pecah kongsi RY dengan Karyawan Faturachman (Karfat) juga masuk dalam ranah Pilbup 2018. Duet Nungki-Bayu tak lepas dari campur tangan politikus senior PDIP Kabupaten Bogor ini. Semua tahu ada perseteruan Karfat dengan RY. Begitupun Nungki merupakan rival politik RY di Pilbup 2008.

Baca juga : PPP Endang Kosasih Dukung Jaro Ade

Kesimpulannya, pertarungan Pilbup Bogor 2018 menjadi reinkarnasi Pilbup Bogor 2008. Terasa kuat aroma pertarungan politik antara Hijau (PPP), Merah (PDIP) dan Kuning (Golkar) dengan figure man behind scene (sutradaranya) ; RY, Karfat dan EK.

Nah pasangan mana dan siapa keluar sebagai pemenangnya ? Pasangan calon dari partai politik atau calon independen juaranya? Tunggu hasil pencoblosan pada tanggal 27 Juni 2018.***

 

Penulis adalah CEO POLBO.COM (politikabogor.com)

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here