- Advertisement -
Advertising
Beranda BERITA UTAMA Pro Kontra UU Miras

Pro Kontra UU Miras

Jakarta  –   Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang diteken Presiden Jokowi pada 2 Februari 2021, walau merupakan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, ternyata ditolak banyak pihak .

Berbagai parpol Islam, Masyarakat Papua menolaknya karena sedikit menguntungkan nya, namun banyak mudharat nya. Bahkan PA 212, akan lakukan demo besar-besaran terkait penolakan Perpres tersebut.

Seperti diketahui, aturan soal minuman keras (miras) tercantum dalam lampiran III Perpres tersebut, yakni soal daftar bidang usaha dengan persyaratan tertentu, dimana usaha miras masuk di dalamnya, dan pemerintah melegalkan miras tersebut diproduksi, di Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua.

Menanggapi hal UU miras tersebut, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) langsung menolaknya. Penolakan itu disampaikan oleh Ketua Bidang Agama dan Dakwah DPP PKB, Syaikhul Islam, di Sidoarjo.

Selain itu, Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh. P. Daulay juga menolaknya. PAN meminta pemerintah agar segera mengkaji ulang Peraturan Presiden (Perpres) No. 10 tahun 2021, tersebut.

Dikatakan Saleh, “Saya yakin bahwa manfaat dari investasi dalam bidang industri miras sangat sedikit, sementara mudaratnya sudah pasti lebih banyak. Karena itu Perpres tersebut perlu di-review, kalau perlu segera direvisi, pasal-pasal tentang miras harus dikeluarkan,” kata Saleh di Jakarta.

Senada, Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Zulfa Mustofa menyatakan, PBNU secara tegas menolak langkah Presiden Joko Widodo, yang membuka izin investasi untuk industry minuman keras atau beralkohol dari skala besar hingga kecil di empat wilayah di Indonesia.

Sikap PBNU itu, kata dia, tak berubah sejak Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj tidak setuju terhadap investasi minuman keras di Indonesia pada tahun 2013. “NU sejak 2013 sudah menolak tentang investasi miras, dan sampai sekarang masih konsisten, apalagi pihaknya, tidak pernah dilibatkan bahas Perpres Miras itu.

Baca Juga :  Paslon Kahiji Yakin Unggul di Semua TPS

Sementara itu, Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif, mengatakan akan menggelar demonstrasi secara besar-besaran, jika aturan soal investasi miras itu (miras) diberlakukan pemerintah.

“Saya akan ajak umat Islam, khususnya Alumni 212, untuk turun kembali ke jalan secara besar-besaran, demi menyelamatkan anak bangsa serta NKRI, jika pemerintah terus memaksakan untuk investasi dan melegalkan miras di wilayah NKRI, apalagi jika DPR juga seirama dengan pemerintah,” kata Slamet kepada wartawan.

Baca Juga :  Terbuka Peluang Prabowo – Puan di 2024

Menanggapi penolakan itu, Deputi Deregulasi Penanaman Modal di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Yuliot, mengatakan ide membuka industri miras itu, sudah dibahas sejak Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja dilakukan, dengan tujuan untuk mendorong terbukanya usaha mikro dan menengah di daerah, termasuk demi melindungi masyarakat yang mengonsumsi minuman tersebut.

Tim PolBo / Jacky. W

 

 

 

 

 

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here