- Advertisement -
Advertising
Beranda ROMANSA Seputar Mistis Angin Puyuh, Karuhun Bogor, Istana Batu Tulis dan Makam Keramat,...

Seputar Mistis Angin Puyuh, Karuhun Bogor, Istana Batu Tulis dan Makam Keramat, Ini Ceritanya

SUDAH lebih dari sepekan musibah angin puyuh terjadi. Hampir dua ribuan bangunan yang luluh lantak di sekitaran Istana Batu Tulis Puri Bima Cakti, Makam keramat Mbah Dalem dan Sumur Tujuh.

Amukan puting beliung menyisakan banyak cerita mistis Karuhun (leluhur) di areal yang dikeramatkan dan seputaran Istana Batu Tulis atau Puri Bima Cakti.

Istana kepresidenan yang sekarang milik pribadi itu, menjadi tempat peristirahatan terakhir Proklamator Indonesia, Soekarno.

Musibah angin puyuh seolah menjadi pengingat bagi warga Bogor tentang kisah dan keberadaan Kerajaan Pajajaran juga Prabu Siliwangi.

Entah memang hanya kebetulan, tapi faktanya pusat dan areal paling terdampak angin puyuh ada di Batu Tulis, Lawang Gintung, Cipaku, Rangga Mekar dan Pamoyanan.

Wilayah tersebut dulunya lokasi keraton dan Ibukota Kerajaan Pajajaran, yang disebut Dayeuh Pakuan. Konon, letak singgasana Prabu Siliwangi persis di lokasi Prasasti Batu Tulis.

Area Makam Keramat Mbah Dalem

Alam Ghaib Karuhun

Nah, banyak kalangan percaya, peristiwa bencana dahsyat di Bogor ini erat hubungannya sama alam ghaib, karuhun dan Kerajaan Pajajaran.

Sehari sebelum musibah, beberapa warga mengaku dan merasakan pertanda bakal terjadi suatu peristiwa. Ada gemuruh halilintar yang membuat rumah bergetar hebat.

Kemudian ada cerita seorang pejabat di lingkungan Pemkot Bogor.  Dia percaya keterkaitan karuhun dengan musibah angin puyuh.

Selain pernah menjadi pejabat di Kelurahan Batu Tulis, disebutkan titik angin puyuh persis di pusat Kerajaan Pajajaran. Ia mengaku sempat berpikir, pasti ada yang enggak beres.

“Ternyata betul, ada mata air keramat yang disebut Sumur Tujuh terkena proyek pengurukan tanah. Ya, bisa jadi para karuhun terusik,” ungkapnya seusai ikut mengantar Wali Kota Bogor Bima Arya melihat Sumur Tujuh.

Harimau Putih, Tapak Kaki Hingga Ular Hitam

Sewaktu ditugaskan di Kelurahan Batu Tulis, banyak warga yang bercerita kejadian-kejadian mistis. Katanya, ada yang melihat penampakan harimau putih, yang dipercaya sebagai penjelmaan Prabu Siliwangi. “Ada juga yang lihat tapak kaki besar depan istana.”.

Ahad lalu,  saat ikut gotong royong di lokasi bencana Lawang Gintung, pejabat yang minta namanya tidak ditulis, mendengarkan cerita seorang Ketua RW.

“Kata si RW, sebelum kejadian (angin puyuh), ada yang lihat ular hitam besar, ” dia menyebutkan, “Bisa jadi penjelmaan karuhun.”

Tak Ada Rusak di Istana Batu Tulis

Selain itu, warga juga menceritakan kondisi Istana Batu Tulis yang luput dari amukan angin puyuh. Beda dengan ribuan bangunan lain, tak ada sedikitpun kerusakan pada bagian Puri Cakti Bima.

“Cuma kita enggak bisa ngecek, bener apa enggaknya, ” ujar pejabat mengutip cerita Ketua RW.

Ia teringat kejadian tahun 2002. Angin kencang melanda hampir semua wilayah Bogor. Kejadian persis setelah ada penggalian tanah di bawah Prasasti Batu Tulis.

Baca Juga :  Ternyata, Ada Enam Makam Keramat di Pusat Musibah Angin Puyuh

“Katanya petunjuk paranormal ada harta karun di Batu Tulis. Yang suruh gali Menteri Agama zaman Ibu Megawati. Malamnya, itu langsung angin kenceng se Bogor-Bogor, ” ungkapnya.

Kereta Keraton dan Suara Gamelan

Seorang warga sekitar, Herman Indra, menceritakan, sempat terjadi tanah longsor di Batu Tulis, banyak penduduk setempat menemukan perkakas kuno yang diperkirakan peninggalan Kerajaan Pajajaran.

“Itu saya melihat langsung, dengan mata kepala saya sendiri. Semoga hikmahnya bisa membuka mata hati pemerintah agar menjaga cagar budaya Dayeuh Pakuan. Apalagi kalau tanahnya dibeli sama negara,” imbuhnya.

Ia pun mengisahkan cerita seorang pengojek di simpangan Batu Tulis yang mengaku pernah melihat ada kereta delman keraton, yang melintas di dekat makam Mbah Dalem.

“Wallahualam kalau benar atau tidaknya. Tapi kejadian mistis di daerah kami ini sudah biasa. Sebelum kejadian (angin puyuh), warga yang tinggal dekat Sumur Tujuh dengar suara gamelan, ” ucap Herman lagi.

Baca Juga :  Camat dengan Sekcam Bermusuhan karena Pilkada 2018, Benarkah ?

Mata Air Keramat Raja Pajajaran

Adapun kemungkinan Karuhun Bogor terusik oleh proyek pembangunan di areal disakralkan, yakni Sumur Tujuh, Herman meyakini ada keterkaitan.

Mata air tersebut sudah ada sejak zaman Kerajaan Pajajaran dan merupakan salah satu petilasan Prabu Siliwangi.

“Sewaktu Pak Bima dikasih info soal Sumur Tujuh, dia kaget karena enggak tahu. Makanya Pak Wali merespon dan melihat langsung Sumur Tujuh,” kata dia.

Foto Lokasi Bencana Berbayang Gajah 

Herman menceritakan, sempat mengirimkan foto satu titik yang terkena bencana,  yakni dekat mulut jembatan yang tertutup atap rumah  akibat disapu badai.

Dalam foto jepretannya,  sepintas di antara jembatan dan atap seolah ada siluet gajah yang sedang melintas.

“Ingatkan foto yang atap terbang dan jatuh dekat jembatan.  Itu jelas ada bayangan gajah,” pungkasnya.

Wilayah Kerajaan Pajajaran

Ingatkan Kerajaan Pajajaran

Seorang kokolot Bogor, Nurmuddin, yang disebut-sebut punya garis keturunan langsung dengan Prabu Siliwangi menceritakan, Kota Bogor tepatnya di sekitar Istana Batu Tulis merupakan kawasan yang dikeramatkan.

“Di sana memang letak keraton. Dari Batu Tulis inilah Prabu Siliwangi memimpin Kerajaan Pajajaran. Kejadian angin puyuh seolah-olah untuk mengingatkan semua anak, cucu, buyut, Bao dan keturunannya, ” papar Nurmuddin.

Terkait peristirahatan para Karuhun Bogor, berdasarkan peta Pakoean Padjadjaran, di seputaran Prasasti Batu Tulis ada enam makam keramat, yakni :

1. Makam Keramat Mbah Mamprang (Prabu Soesoek Agoeng),

2.Keramat Mbah Tjangkrang (Prabu Goentoer Agoeng),
3. Keramat Embah Batoe Toelis,
4. Keramat Embah Poerwa Galih,
5. Keramat Embah Dalem
6.Keramat Embah Natadani (Koeta Maneuh).

 

ARIE | AS

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here