- Advertisement -
Advertising
Beranda RANAH Ridwan Kamil : Waduh Kota Bogor Kembali Masuk Zona Merah

Ridwan Kamil : Waduh Kota Bogor Kembali Masuk Zona Merah

Bogor  –    Setelah beberapa hari masuk ke zona oranye, namun kini Kota Bogor kembali masuk Zona Merah (risiko penularan tinggi). Selain Kota Bogor, ternyata, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon, juga masuk zona yang sama.

Hal kembali masuknya Kota Bogor ke Zona Merah dalam kasus Covid-19 itu, disampaikan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, dalam keterangan telekonferensi pers dari Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 28 September 2020.

Mengacu pada evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar pada 14 – 20 September, ada tiga daerah yang masuk ke dalam zona merah. Tiga daerah itu yakni Kabupaten Karawang, Kota Cirebon dan Kota Bekasi

Artinya ada daerah yang turun ke kategori sedang, seperti Kabupaten Karawang dan Kota Bekasi. Kemudian ada empat daerah yang masuk ke kategori penularan tinggi seperti Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Depok dan Kabupaten Cirebon, sedangkan Kota Cirebon tetap di zona merah.

“Minggu ini terjadi perubahan status zona merah, daerahnya adalah Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon,” ujar Emil, sappan akrab Ridwan Kamil.

Kang Emil mengatakan, angka reproduksi COVID-19 di Jawa Barat berada di angka 1,04. Angka penularan tersebut, dinilainya masih relatif terkendali. “Angkanya sih masih relatif terkendali,” katanya.

Sementara itu, Kang Emil melaporkan bahwa rasio pengetesan di Jabar menurun. Hal itu dikarenakan ketersediaan reagen PCR yang mulai menipis dan kini tinggal tersisa 5.000 reagen.

“Sehingga sesuai prosedur kita minta ke pusat, akan turun 250 ribu PCR, dimana 50 ribu kita kelola dan 200 ribu lainnya akan menggunakan metoda baru, yaitu mengajak pihak swasta karena kapasitas laboratorium kita mentok,” ujarnya.

Baca Juga :  Demi Ridwan Kamil, Anggota DPR Ini Siap Mundur

“Untuk meningkatkan kapasitas testing harus melibatkan swasta, tetapi nanti harga satuan pengetesannya harus disesuaikan dengan BPKP, tidak boleh mahal dan harus sesuai dengan BPKP,” tuturnya.

 

Tim PolBo  l  Jacky Wijaya

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here