- Advertisement -
Advertising
Beranda RANAH RTLH Bebed Potret Buram Kinerja Bupati Nurhayanti

RTLH Bebed Potret Buram Kinerja Bupati Nurhayanti

Para relawan dari LSM dan ormas peduli warga Kabupaten Bogor sedang mengunjungi kediaman Bebed, salah satu warga mustadhafien di Caringin yang tinggal di RTLH di atas tanah milik orang lain.

CARINGIN

 

Potret kehidupan warga pinggiran dan ujung pedalaman masyarakat kabupaten Bogor sungguh sangat miris dan jauh dari definisi sejahtera menurut kamus pembangunan yang selama ini diagungkan pemerintah. Betapa tidak, selain jauh dari pantauan pemerintah daerah, mereka seakan tidak tersentuh oleh kebijakan pemerintah setempat, baik itu pemerintah desa maupun kecamatan.

 

Bebed, salah satu warga Kampung Loji RT 04/04 Desa Tangkil, Kecamatan Caringin yang menjadi salah satu korban bencana gempa bumi, ini bersama keluarganya menempati rumah yang sangat tidak layak huni (RTLH). Bahkan, rumah yang didirikannya berada di atas lahan milik orang lain. “Betul itu, rumahnya dibangun di atas lahan pak Ari Tonang, kami lihat juga itu bukan rumah, tapi sangat mirip dengan kandang binatang ternak,” ungkap Iman Sukarya, aktivis Ikatan Komunitas Kawasan Puncak dan sekitarnya (IKPPAS) yang berkunjung memberi bantuan sosial kepada Bebed, Selasa, 20 Februari 2018 lalu.

 

Iman Sukarya mendatangi lokasi bersama ormas dan relawan lainnya, seperti Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan Jimny Puncak Comunity (JPC). Menurut penuturan Iman, untuk mencapai lokasi kediaman Bebed dan keluarganya, para relawan ini harus berjalan kaki melewati jalan terjal dan licin karena lokasi dari jalan beraspal sangat jauh dan masih berupa tanah merah. Meskipun begitu, kendala lapangan tersebut tak menyurutkan niat mereka untuk membantu warga musthadafi’en korban kebijakan system ekonomi politik yang dianut pemerintah. “Niat kami beribadah dan menolong sesama, terutama seperti pak Bebed, kasihan beliau beserta keluarganya,” kata Sekjen Aliansi Masyarakat Peduli Bogor (AMPB) ini kepada politikabogor.com. 

 

Seperti diketahui, sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor telah ditetapkan sebagai daerah rawan bencana, maka sudah sepatutnya seluruh masyarakat terutama pemerintah untuk selalu siap siaga dalam mendistribusikan bantuan. Selain bencana gempa seperti yang dialami Bebed, bencana longsor dan banjir pun kerap melanda kawasan bumi Tegar Beriman. “Harusnya Pemkab Bogor baik melalui kecamatan dan desa untuk lebih sigap dan bereaksi cepat dalam menangani bencana. Jika mereka mau bekerjasama, kami siap menjadi partnernya dalam mendistribusikan bantuan, bergotoyong royong membangun hunian, karena masyarakat pun siap bekerjasama untuk itu,” tegasnya.

 

Baca Juga :  Wilayah Parung Rawan Pencurian Mobil

Senada dengan Iman, aktivis yang juga Direktur Lembaga Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP) Rahmat Syamsul Anwar mengaku sangat prihatin dengan masih adanya rumah dalam keadaan yang sangat tidak layak di wilayah Pemkab Bogor. Itu menjadi pertanyaan bagi dirinya, di mana peran pemerintah terhadap masyarakat miskin dan terpinggirkan. Apalagi jika dikaitkan dengan jargon pemerintah pimpinan Nurhayanti sebagai bupati Bogor, yakni menjadikan Kabupaten Bogor sebagai kabupaten termaju di Indonesia. “Karena faktanya masih ada rumah yang tidak pantas dihuni,” tandas pria yang akrab disapa Along ini.

 

Baca Juga :  WooW . . Kota Bogor Punya Detektif Covid-19

M.A MURTADHO | HS

 

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here