- Advertisement -
Advertising
Beranda RANAH Rudy Susmanto : Agar Efisien Terapkan Digitalisasi Dokumen

Rudy Susmanto : Agar Efisien Terapkan Digitalisasi Dokumen

Bogor  –   Memperhatikan penerapan pola system dokumentasi dengan menggunakan photo copy, yang dinilai sudah kurang efektif, seyogyanya apabila diganti dengan system digital, baik terkait dengan dokumen daerah yang masih berupa rancangan maupun yang sudah menjadi produk peraturan daerah (Perda).

Demikian hal tersebut, disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, kepada media, di ruang kerjanya, saat di konfirmasi wartawan terkait anggaran daerah dan mekanisme tahun 2021.

Rudy menginginkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor seyogyanya sudah memulai untuk menerapkan digitalisasi semua dokumen daerah, baik yang masih bersifat rancangan untuk dibahas bersama anggota dewan, maupun yang sudah menjadi produk peraturan daerah, perbup, atau produk non-perda.

Hal tersebut dimaksudkan Rudy, untuk menekan biaya cetak dan foto copy sekaligus mendukung keterbukaan informasi publik. “Bagaimana Ini, kalau setiap rapat pembahasan dengan SKPD, untuk biaya foto copy nya saja bisa mencapai Rp20 juta, jadi kalau ada 36 SKPD, maka untuk foto copy saja akan menghabiskan Rp720 juta,” ujar Rudy.

Dirinya menilai, uang sebesar itu terlalu boros kalau hanya untuk foto copy. Selain itu, dokumen tebal yang menjadi bahan pada rapat APBD pada akhirnya membutuhkan banyak ruang untuk menyimpannya. “Lagi pula sekarang kan kita sudah bisa pakai tablet, jadi cukup file digital,” katanya.

Digitalisasi dokumen, lanjut Rudy,  sangat diperlukan untuk  keterbukaan informasi publik. Dokumen yang sudah disahkan, sebaiknya bisa diakses oleh masyarakat melalui teknologi informasi dan komunikasi.

“Termasuk APBD, itu kan bukan dokumen rahasia. Masyarakat boleh tahu. Kalau masih berbentuk fisik (buku), membacanya butuh banyak waktu. Selain itu, hanya bisa diakses oleh orang-orang tertentu saja. Tidak semua orang bisa mengaksesnya,” kata Rudy.

Baca Juga :  PD Pasar Matangkan Eksekusi Blok F Pasar Kebon Kembang

Dia pun telah berulang kali meminta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), cukup mengirimkan salinan APBD dalam bentuk digital, lalu dikirim menggunakan surat elektronik (surel). Namun, usulan itu tak kunjung terealisasi.

Sementara Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Andi Permana mengakui jika pihaknya kesulitan untuk melakukan fungsi kontrol jika APBD masih berbentuk fisik saat ini. Dia khawatir ada kealpaan, terutama dalam pembahasan.

“Tidak mungkin kami bawa-bawa APBD terus kan kemana-mana lalu mencari-cari program dengan mengurut halaman satu per satu. Sekarang sudah era digital. Harusnya, Pemkab Bogor juga menggunakan teknologi,” kata Andi.

Baca Juga :  Car Free Day Sudirman Kembali Diberlakukan

Hal system dokumentasi tersebut dijadikan digital, mendapat appresiasi dari pengamat kebijakan publik, Triyono Budi SH, MH. Dikatakannya, merupakan kebijakan yang “Smart and Fairness” apabila system dokumentasi di pemerintahan daerah, dibuat digital.

“Selain efisien dari segi anggaran juga menjadi terapan dalam mewujudkan Good Governance, bahkan system tersebut merupakan itikad untuk menuju kepada system Keterbukaan Informasi Publik,” komen Triyono.

Tim PolBo / Jacky Wijaya

 

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here