- Advertisement -
Advertising
Beranda BERITA UTAMA Salah satu Cakades Klapanunggal, di Somasi 10 Milyar satu Rupiah!!!

Salah satu Cakades Klapanunggal, di Somasi 10 Milyar satu Rupiah!!!

BOGOR – Persoalan Hukum yang menimpa keluarga besar Almarhum DR. H. TB. Munir Sasmita, terus bergulir dan mengurai babak baru dan secercah harapan atas kebenaran sejati yang muncul dalam perkara ini. Dimulai dengan adanya tuduhan atas penyerangan yang dilakukan oleh GS (anak kandung dari Almarhum DR. H. TB. Munir Sasmita) terhadap salah satu Cakades Klapanunggal berinisal AES. Sehingga AES melakukan pelaporan ke Polres Bogor.

 

Perlu diketahui bahwa didalam doktrin hukum pidana dikenal dengan adanya hubungan sebab – akibat (kausalitas). Perlu di pahami juga bahwa perbuatan GS selaku anak kandung yang sah dari Almarhum DR. H. TB. Munir Sasmita, melakukan hal tersbut dikarenakan ada alasan hukum yang perlu dipertimbangkan oleh Aparatur Penegak Hukum khususnya Penyidik Polres Bogor.

 

Perbuatan GS didasari karena adanya terlebih dahulu mendapatkan sebaran video yang berdurasi kurang lebih 50 detik dari sodara AES dalam orasi kampanye politiknya yang diduga keras telah menghina dan menyerang kehormatan Almarhum DR. H. TB. Munir Sasmita. Adapun dugaan penghinaannya adalah “terkait gelar TB yang berarti Tubagus diplesetkan menjadi penyakit TBC (tuberculosis), serta gelar Doktor Honoris Causa yang didapatkan oleh Alm. DR. Tb. Munir Sasmita dikatakan “Darimana gelar DR (HC) nya itu?”.

Kuasa Hukum Keluarga Besar Almarhum DR. H. TB. Munir Sasmita, Rd. Anggi Triana Ismail, S.H menyampaikan bahwa sesuai dengan ultimatum yang sudah saya sampaikan didalam gekaran konferensi pers pada hari Senin 23 November 2020, keluarga besar Almarhum DR. H. TB. Munir Sasmita selaku Klien kami, tidak pernah main-main untuk mengungkap kebenaran sesungguhnya.

 

Klien kami sudah cukup sabar ketika Almarhum DR. H. TB. Munir Sasmita di bawa-bawa dalam orasi politiknya saudara AES, padahal tidak ada kaitannya sama sekali. Harusnya dia AES menyampaikan visi misi atas pencalonannya sebagai kepala desa , malah bicara kemana-mana, ini lucu!,” ungkap Anggi, Rabu (25/11/2020).

Baca Juga :  Jaro Ade Masih Jomblo, PAN Sodorkan Arif Abdi

“Selain melakukan Laporan Polisi pada hari senin 23 November 2020 di mapolres bogor atas adanya dugaan pidana pengeroyokan terhadap GS dan atau pengrusakan terhadap barang berharga 1 unit mobil milik HE, yang diduga dilakukan oleh para pendukung AES. Bahwasanya kami pun per hari ini telah mengirimkan surat peringatan (somasi) kepada AES atas adanya dugaan perbuatan yang bersifat melawan hukum (straft baar feith) atas dugaan menyerang kehormatan seseorang (Alm. DR. H. TB. Munir Sasmita) dan pencemaran nama baik,” imbuhnya.

Anggi melanjutkan, didalam Somasi itu pun kami meminya ganti kerugian baik secara moril, materil maupun immateril kepada AES. Kami menuntut kerugian sebesar Rp. 10.000.000.001,- (sepuluh milyar satu rupiah). Apabila somasi kami diabaikan oleh AES, maka kami akan melanjutkan ke jenjang proses hukum berikutnya yakni Gugatan maupun Laporan Polisi.

Baca Juga :  Busyro : Omnibus Law Ancaman Berdampak Jangka Panjang

“Mari kita buktikan, bagaimana dan darimana kejahatan ini bermula dan siapa yang akan berakhir di ruang penyesalan. Sedari awal kami atas anjuran dari isteri Almarhum DR. H. TB. Munir Sasmita dengan jiwa besarnya sudah membuka ruang kekeluargaan, namun tidak ada respon AES (bisa kita buktikan melalui chat dan foto-foto),” tukasnya.

 

Anggi menambahkan, malah justru dia AES terus tampil dimedia seolah dia merupakan sosok yang paling terzolimi, begitu lucu sekali.

 

“Akhirnya keluarga besar Alm. DR. H. TB. Munir Sasmita, lebih mempercayakan penyelesaian permasalahan ini melalui jalur hukum saja,” tandasnya.

 

Tim Polbo

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here