- Advertisement -
Advertising
Beranda RANAH SEMBILAN BINTANG SOMASI APLIKASI SHOPEE 1,5 TRILIYUN

SEMBILAN BINTANG SOMASI APLIKASI SHOPEE 1,5 TRILIYUN

Bogor – Kasus yang dialami oleh seorang ibu rumah tangga asal kabupaten bogor berinisial EM ini, telah menyita perhatian publik. Pasalnya EM ini sosok konsumen yang biasa menggunakan aplikasi Shopee dalam melakukan kegiatan transaksi jual beli. EM dikagetkan karena pada tanggal 2 Desember 2020, tiba-tiba ada tagihan kurang lebih sebesar Rp.6.000.000,- dari Aplikasi Shopee secara sistem.

Faktanya EM tidak pernah melakukan transaksi pada tanggal itu, namun didalam sistem Shopee EM ini seakan telah melakukan transaksi yakni, ada pembelian barang berupa kamera Iphone dan pembelian barang berupa LCD Iphone. Padahal sedari awal EM sebetulnya sudah memblokir akunnya pada tanggal 15 November 2020. Tidak sampai disitu EM mengatakan bahwa didalam transaksi fiktif itupun, tiba-tiba uang yang berada di ATM Mandiri saya tiba-tiba berkurang.

Kuasa Hukum EM dari Kantor Hukum Sembilan Bintang, Anggi Triana Ismail manyampaikan ,bahwa peristiwa hukum ini sebetulnya bukan kali pertamanya yang harus ditanggung oleh konsumen.

“Sudah banyak korban-korban yang berjatuhan dari modus operandi semacam ini melalui cyber crime ini, seharusnya seluruh pihak dituntut untuk bekerja cermat dan teliti mulai dari pelakun usaha, pemerintah (kementerian informasi RI) sampai kepada Aparatur Penegak Hukum guna mengantisipasi dampak-dampak yang mengerikan yang akan terjadi dikemudian hari,”ungkap Anggi, Rabu (23/12/2020).

Anggi melanjutkan, kasus Klien kami ini merupakan dugaan perbuatan lalai maupun kecerobohan dari pihak perusahaan dan Bank.

“Logikanya dimana Klien kami sudah memblokir akunnya disaat dimana ada keanehan atau kejanggalan dikala telah diketahui adanya transaksi begitu saja tanpa adanya keterlibatan klien kami selaku konsumen atau pemilik akun yang sah yang terdaftar di PT. Shopee Internasional Indonesia,” ujarnya.

Tidak hanya itu, perlindungan nasabah dari pihak PT. Bank Mandiri (persero) Tbk pun diduga sangat lemah dan lalai, sehingga uang milik klien kami yang disimpan di bank Mandiri raib dan hilang begitu saja. Hal itu tidak sesuai dengan semangat UU No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan Konsumen, yang dimana didalamnya menyebutkan bahwa pelaku usaha wajib “memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan”.

Baca Juga :  Tindak Tegas Camat Arogan

“Dari dasar tersebut kami telah membuat Laporan Dugaan Tindak Pidana Penipuan Transaksi E-Commerce di Polres Bogor sebagaimana LP No. STBL / B / 629 / XII / 2020 / JBR / RES BGR. Kamipun tak hanya akan melakukan laporan kepolisian saja, mengingat perstiwa yang dialami klien kami ini mengalami kerugian materil dan immateril, hal ini akan menjadi pertimbangan keras buat kami untuk melakukan gugatan perdata di pengadilan setempat guna mengembalikan kerugian yang dialami klien kami baik materil maupun immateril,” tegasnya.

Baca Juga :  Diduga Mengantuk Pengacara Eggi Sudjana Alami Kecelakaan

Anggi menambahkan, sebelum melakukan langkah hukum gugatan, kami telah melayangkan somasi terlebih dahulu ke PT. Shopee Internasional Indonesia yang berkedudukan di Jakarta – Indonesia dan di Singapura, dengan tuntutan ganti kerugian sebesar United State Dollar USD 105,000,406 yang apabila dirupiahkan sebesar 1,5 triliyun rupiah. Disisi lainpun kami menegur secara tertulis ke PT. Bank Mandiri (persero) Tbk, guna meminta pertanggungjawaban hukumnya yang diduga telah lalai dalam menjaga keuangan milik klien kami EM.

“Kami tunggu itikad baik dari kedua badan hukum tersebut guna menyelesaikan permasalahan ini dengan prioritas mediasi. JIka tidak ada itikad baik yang dimaksud, maka jelas kami akan melakukan langkah hukum berupa gugatan ke Pengadilan Negeri setempat,” tandasnya.

Tim Polbo

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here