- Advertisement -
Advertising
Beranda NUSANTARA Siapkan Bank Tanah, Sudrajat : Demi Kedaulatan Warga Jabar

Siapkan Bank Tanah, Sudrajat : Demi Kedaulatan Warga Jabar

SUKABUMI – Calon gubernur (cagub) Jawa Barat no.3 Sudrajat berjanji untuk membentuk Bank Tanah jika terpilih sebagai Gubernur Jabar periode 2018-2023. Kehadiran Bank Tanah dinilai penting untuk menjaga kedaulatan warga Jabar dalam bidang agraria.

Cagub Jabar yang diusung Partai Gerindra, PKS, dan PAN itu menyatakan, kepemilikan tanah menjadi wujud kedaulatan masyarakat. Purnawirawan Jenderal ini berharap masyarakat Jabar tidak menjual tanahnya, jika tidak benar-benar membutuhkan uang. Terlebih, kata dia, sekitar 82 persen lahan di Indonesia kini telah dikuasai perusahaan-perusahaan besar.

“Makanya, saya juga minta para ulama untuk meyakinkan masyarakat agar jangan menjual tanahnya mun teu butuh-butuh teuing mah (kalau tidak butuh-butuh amat) karena tanah itu harta awal kita hingga akhir. Punya tanah, berarti kita berdaulat,” tegas Sudrajat seusai bersilaturahmi dengan pengurus Gabungan Organisasi Islam Bersatu (GOIB) di Jalan Lingkar Selatan, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jumat, 23 Maret 2018.

Simak : Satria Kabupaten Bogor Siap Kawal Kemenangan Sudrajat-Syaikhu di Pilgub Jabar 2018

Untuk menghindari penguasaan tanah oleh pihak-pihak tertentu dalam skala besar, Sudrajat yang berpasangan dengan Ahmad Syaikhu di Pilgub Jabar 2018 itu berjanji mendirikan Bank Tanah. Sehingga, masyarakat Jabar bisa berdaulat di atas tanah kelahirannya sendiri.

“Daripada menjual tanahnya ka batur (orang lain), lebih baik dijual ke pemerintah provinsi. Kita ingin tanah-tanah di Jabar tidak dikuasai perusahaan-perusahaan besar,” tegasnya.

Disinggung mekanisme Bank Tanah yang menjadi salah satu program prioritasnya itu, Sudrajat menerangkan, pihaknya akan mengalokasikan dana APBD untuk membeli langsung tanah-tanah yang dijual masyarakat Jabar. Tanah yang nantinya sudah dikuasai Pemprov Jabar tersebut bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan di Jabar.

Baca Juga :  Koalisi Golkar-PDIP Bakal Usung Dedi Mulyadi dan Anton Charlian di Pilgub Jabar

Simak : Terima Cagub Sudrajat, Abi Thamrin Peluk Erat Achmad Ru’yat

“Kalau ada masyarakat yang menjual tanahnya beramai-ramai dan lahannya cukup untuk pembangunan, diprioritaskan dibeli oleh provinsi,” ujar Sudrajat.

Cagub Jabar Nomor urut 3 ini mengatakan, merujuk data Wanaha Lingkungan (Wahlhi), hari ini, lebih 82 persen tanah di Indonesia dikuasai oleh corporate-corporate besar, itu jangan sampai terjadi di Jabar. Maka provinsi harus menjelma menjadi ‘corporate besar’ juga. Harus bisa menguasai tanah agar diberdayakan demi kepentingan masyarakat sebesar-besarnya,” paparnya.

Sudrajat juga mengatakan, Pemprov Jabar harus benar-benar mengawasi dan memberdayakan tanah-tanah yang tersisa di Jabar saat ini. Pihaknya akan menginventarisasi tanah-tanah yang dijadikan lahan pertanian, termasuk tanah-tanah tidak produktif di Jabar. Tidak hanya itu, Sudrajat akan mendorong pemerintah kabupaten/kota di Jabar agar memiliki aset tanah seluas-luasnya melalui Bank Tanah.

Simak : Sudrajat Mimpikan Silat Cimande Seperti Shaolin di Cina

Baca Juga :  Ridwan Kamil Doakan Jaro Ade jadi Bupati Bogor

“Tanah pertanian itu jangan sampai mudah dikonversi menjadi industri dan perumahan, agar kedaulatan pangan Jabar juga tidak terganggu, termasuk tanah-tanah tidak produktif pun harus diberdayakan, agar tidak menjadi objek manipulasi pengembang untuk memiliki tanah-tanah tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, dalam rangkaian kampanyenya di Kabupaten Sukabumi, Sudrajat melakukan blusukan di Pasar Cisaat dan Pasar Cicurug. Selain menyapa pengunjung dan pedagang pasar, Sudrajat pun berkesempatan memantau perkembangan stok dan harga berbagai bahan kebutuhan pokok. Kehadiran Sudrajat disambut antusias warga pasar.

Sudrajat juga sempat mengunjungi RSUD Sekarwangi untuk memantau pelayanan dan fasilitas kesehatan yang tersedia di rumah sakit pelat merah itu. Rangkaian kampanyenya diakhiri silaturahmi dengan pimpinan dan warga Pondok Pesantren Anidzomiah, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

 

 

PUTRI RAUDHOH | AS

 

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here