- Advertisement -
Advertising
Beranda ROMANSA Wah, Gaji Anies dan Sandi Enggak Sampai Rp 10 Juta Perbulan

Wah, Gaji Anies dan Sandi Enggak Sampai Rp 10 Juta Perbulan

PEREBUTAN kursi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta telah usai. Melalui proses dua putaran pemilihan, pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, dipercaya memimpin DKI Jakarta untuk lima tahun ke depan.

Pesta demokrasi di Ibukota Negara menyita perhatian masyarakat Indonesia. Musababnya, panggung pemilihan kepala daerah di DKI merupakan etalase partai politik dan menjadi alat ukur kekuatan politik. Wajar, figur yang diusung adalah mereka yang punya nama besar dan juga kemampuan finansial.

Nah, DKI Jakarta memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai puluhan trilium rupiah. Lalu berapa sih gaji Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta ? Ternyata gaji resmi Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Uno, tidak sebesar gaji manajer di perusahaan swasta kelas menengah.

Menururut Kepala Biro Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (KDHKLN), Muhamad Mawardi Karo, Anies akan mendapat gaji pokok sebesar Rp 3 juta perbulanan. Adapun Sandi menerima gaji Rp 2,4 juta tiap bulannya.

“Gaji tersebut sesuai dengan surat edaran Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan. Gaji gubernur Rp 3 juta per bulan dan wakil gubernur Rp 2,4 juta per bulan,” jelas Mawardi kepada pewarta di Jakarta, baru-baru ini.

Selain gaji pokok, gubernur tunjangan jabatan sebesar Rp 5,4 juta perbulan. Sedangkan wagub diberi tunjangan Rp 4,32 juta perbulan.

Kepala Biro Daerah dan Kerjasama Luar Negeri menjelaskan, bila ditotal tiap bulan Anies akan menerima gaji sekitar Rp 8,4 juta dan Sandi sebesar Rp 6,72 juta perbulan.

“Dibandingkan dengan gaji Ahok saat masih menjabat wagub pada 2013, gaji wagub sekarang lebih kecil. Gaji Ahok saat itu sebesar Rp 6,91 juta,” lanjutnya.

Mawardi menceritakan, jumlah penghasilan resmi Anies – Sandi yang cukup besar adalah hak mendapatkan tunjangan operasional atau biaya penunjang operasional (BPO) sebesar 0,13 persen pertahun dari PAD DKI.

Baca Juga :  Rizayati Nasdem Diberi Gelar Kehormatan Ratu Kasundaan

“Hal itu didasari PP Nomor 109 Tahun 2000,” pungkasnya.

Baca Juga :  Camat dengan Sekcam Bermusuhan karena Pilkada 2018, Benarkah ?

 

ASEP RENDRA | AS

- Advertisement -

Stay Connected

16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Must Read

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -

Related News

Pemkot Ambil Paksa Pengelolaan Pasar Induk TU

Bogor  -  Geram terhadap pengelolaan pasar induk Teknik Umum (TU) di Kelurahan Cibadak, Tanah Sareal, yang masih belum juga diserahkan pihak PT Galvindo, membuat...

Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Di Kota Bogor

Bogor -    Presiden RI, Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya Jumát (19/3) kemaren melakukan peninjauan langsung proses vaksinasi Covid-19 masal bagi pelayan publik dan lansia...

Neraca Keuangan Indocement Kuat Tanpa Hutang Bank

Jakarta  -  Indocement sebagai salah satu produsen semen terbesar di Indonesia, dengan karyawan sekitar 5.000 orang  di 13 pabrik berkapasitas produksi tahunan sebesar 24,9...

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Di Bogor 91 Persen

Bogor – Ditengarai dengan sudah dilaksanakannya vaksinasi, maka jumlah pasien COVID-19 di Kota Bogor, yang dinyatakan sembuh secara keseluruhan hingga Minggu ini mencapai 11.796...

DPRD : Perubahan APBD Harus Lebih Terarah

Cibinong -   Guna mencegah ketidak-jelasan arah dalam menyusun perubahan parsial pada APBD 2021, dewan mengingatkan agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Bogor dibawah kepemimpinan Ade Yasin,...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here